Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hamas: Serangan Israel di Gaza Bahayakan Nyawa Para Sandera

Satu-satunya cara untuk menjamin kembalinya para sandera adalah melalui negosiasi

Warga terlihat di sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan usai serangan udara Israel di Kota Gaza pada 4 April 2025. (Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga terlihat di sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan usai serangan udara Israel di Kota Gaza pada 4 April 2025. (Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad)
A A

, -  menyampaikan bahwa eskalasi militer Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza justru membahayakan nyawa para warga Israel yang sedang disandera, bukan memberikan harapan bagi mereka untuk kembali dengan selamat.

Dalam sebuah pernyataan pers, kelompok militan Palestina itu menggambarkan bahwa tindakan Israel lebih dari sekedar tekanan militer, dan menyebutnya sebagai "balas balas dendam brutal" yang menargetkan warga sipil tak berdosa.

Hamas juga mengatakan taktik semacam itu justru membahayakan keselamatan para , bukan memfasilitasi keamanan mereka.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu: Israel Terbuka untuk Berunding jika Hamas Lucuti Senjata dan Lepaskan Kendali Atas Gaza

“Satu-satunya cara untuk menjamin kembalinya para adalah melalui negosiasi,” tegas , pada Selasa (8/4/2025).

Diketahui, Israel kembali melancarkan operasi militer intensif di pada 18 Maret, usai implementasi tahap pertama perjanjian gencatan senjata yang memfasilitasi pertukaran sandera-tawanan dengan Hamas.

Baca Juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata saat Israel Lancarkan Operasi Darat Baru di Rafah

Menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, aksi militer Israel selama 24 jam terakhir telah menewaskan 58 orang dan melukai 213 lainnya. Perkembangan ini menambah total warga Palestina yang tewas sejak 18 Maret menjadi 1.449 orang dan jumlah korban luka menjadi 3.647 orang.

Sejak 7 Oktober 2023, konflik telah merenggut nyawa 50.810 warga Palestina dan menyebabkan 115.688 lainnya luka-luka, lapor otoritas kesehatan Palestina.

(Zie/)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru