Dolar AS Hari Ini Tertahan Usai Harapan Perdamaian Iran Meningkat, Pasar Mulai Tinggalkan Aset Safe Haven
Dolar AS melemah usai harapan perdamaian Iran meningkat. Investor mulai tinggalkan aset safe haven dan pantau negosiasi global.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) mulai kehilangan tenaga pada perdagangan Kamis (21/5/2026) seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran untuk meredakan konflik di Timur Tengah.
Sentimen positif tersebut muncul setelah Presiden AS menyebut proses negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Meski demikian, pemerintah AS tetap memberikan sinyal keras dengan memperingatkan kemungkinan aksi militer lanjutan apabila kesepakatan gagal tercapai.
Harapan meredanya tensi geopolitik membuat pelaku pasar mulai mengurangi permintaan terhadap dolar AS yang selama ini menjadi aset safe haven utama saat ketidakpastian global meningkat.
Tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam terlihat dari pelemahan dolar terhadap yen Jepang. Pada perdagangan Rabu (20/5), dolar AS tercatat turun untuk pertama kalinya dalam delapan sesi perdagangan terakhir.
Memasuki awal perdagangan Kamis, posisi dolar berada di level 158,905 yen, menjauh dari area psikologis 160 yen yang selama ini dipandang pasar sebagai titik rawan intervensi pemerintah Jepang.
Sementara itu, euro bergerak stabil di level US$1,1626 setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh posisi terendah sejak 7 April di kisaran US$1,1583 sebelum akhirnya kembali menguat.
Indeks dolar AS atau dollar index, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia termasuk euro dan yen, tercatat bergerak relatif datar di level 99,128.
Pada sesi sebelumnya, indeks tersebut sempat naik ke posisi 99,472 yang menjadi level tertinggi sejak awal April.
Sentimen Safe Haven Mulai Berkurang
Kepala Strategi Valuta Asing Commonwealth Bank of Australia, Joseph Capurso, mengatakan aliran dana safe haven mulai berbalik arah setelah muncul kabar positif terkait potensi perdamaian di Timur Tengah.
Namun demikian, ia menilai risiko eskalasi konflik masih tetap terbuka mengingat situasi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil.
Menurutnya, pemerintah AS memiliki kepentingan politik domestik untuk mendorong terciptanya perdamaian. Akan tetapi, kemungkinan peningkatan tekanan militer tetap dapat terjadi guna memperkuat posisi tawar dalam proses negosiasi.
Mata Uang dan Kripto Bergerak Variatif
Di pasar mata uang lainnya, dolar Australia tercatat melemah 0,1 persen ke level US$0,7147 menjelang rilis data ketenagakerjaan Australia yang menjadi perhatian investor global.
Pound sterling bergerak cenderung stabil di level US$1,3430, sementara pasar kripto menunjukkan pergerakan terbatas dengan Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$77.650.
Pelaku pasar kini menanti perkembangan terbaru dari negosiasi geopolitik serta arah kebijakan moneter global yang dinilai akan menjadi penentu utama pergerakan mata uang dan aset berisiko dalam beberapa waktu ke depan.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan