Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Melonjak 0,74% ke Rp16.850, Dolar AS Melemah di Tengah Sentimen Global

Rupiah menguat 0,74% ke Rp16.850 per dolar AS. Pelemahan DXY dan sentimen global dorong penguatan, meski risiko masih tinggi.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan perdana pasca libur panjang Lebaran dengan performa impresif. Berdasarkan data Refinitiv, 0,74 persen ke level Rp16.850 per dolar Amerika Serikat pada Rabu (25/3/2026).

Penguatan ini melanjutkan tren positif sebelum libur, di mana rupiah ditutup di posisi Rp16.975 per dolar AS.

Di saat yang sama, tekanan terhadap Indeks Dolar AS (DXY) mulai mereda. Pada pukul 09.00 WIB, DXY tercatat turun 0,28 persen ke level 99,158, setelah sebelumnya sempat menguat ke 99,434.

Pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi dinamika eksternal, khususnya perkembangan konflik di Timur Tengah. Pernyataan Donald Trump terkait adanya kemajuan dalam komunikasi dengan Iran sempat memberi harapan meredanya ketegangan. Namun, bantahan dari pihak Teheran membuat pasar tetap diliputi ketidakpastian.

Situasi tersebut memicu sikap hati-hati pelaku pasar. Investor cenderung menunggu kejelasan arah konflik, meski mulai menunjukkan tanda kelelahan terhadap arus berita geopolitik yang terus berubah.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat. Penurunan dolar turut dipengaruhi meredanya harga minyak global seiring ekspektasi konflik tidak akan semakin memburuk dalam waktu dekat.

Meski demikian, potensi penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Sikap Federal Reserve yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama menjadi faktor penahan. Hal ini dilakukan untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali, di tengah risiko global yang masih tinggi.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik dan kebijakan moneter global, pergerakan rupiah diperkirakan tetap fluktuatif dalam jangka pendek.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru