Gabung PSI, Pengamat: Strategi Jokowi Ukur Eksistensi
Pengamat Fernando Emas menilai bergabungnya Jokowi dengan PSI merupakan bagian dari strategi politik untuk menjaga eksistensi menuju Pemilu 2029.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai keputusan Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan bagian dari strategi politik untuk menjaga eksistensi sekaligus mengukur kekuatan politiknya menuju Pemilu 2029.
Fernando mengatakan, langkah Jokowi bergabung dengan PSI mulai terlihat sejak dirinya tidak lagi menjabat sebagai presiden dan keluar dari PDI Perjuangan. Jokowi disebut secara bertahap menunjukkan kedekatannya dengan PSI, termasuk ketika menghadiri sejumlah kegiatan partai tersebut.
"Sejak tidak lagi menjabat presiden dan keluar dari PDI Perjuangan, secara perlahan Joko Widodo mempublikasikan keberadaannya di PSI," ujar Fernando kepada Nusantaraterkini.co, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, keputusan Jokowi untuk akhirnya mengumumkan status keanggotaannya di PSI dilakukan setelah melalui pertimbangan matang.
Sebelumnya, Jokowi beberapa kali tampil dalam kegiatan PSI dengan menggunakan atribut partai, namun belum secara terbuka menyampaikan status keanggotaannya.
Fernando menilai Jokowi ingin melihat terlebih dahulu respons publik sebelum secara resmi membuka keanggotaannya.
"Jokowi memandang sudah waktunya dan ingin melihat respons masyarakat. Karena itu, ketika ada pertemuan PSI di Bandung, dipublikasikan terkait dengan keanggotaannya," katanya.
Ia juga menyebut Jokowi belum tentu langsung mengumumkan posisi atau jabatan yang akan ditempatinya di PSI. Menurut Fernando, pengumuman tersebut akan dilakukan pada momentum yang dinilai tepat.
"Pada waktu yang tepat, Jokowi juga akan mengumumkan jabatannya di PSI," ujarnya.
Lebih jauh, Fernando menilai Jokowi bersama timnya telah melakukan kalkulasi politik mengenai peluang PSI menghadapi Pemilu 2029. Perhitungan tersebut, kata dia, mencakup berbagai skenario, termasuk apabila Jokowi tidak menjadi ketua umum maupun ketika nantinya dipercaya memimpin PSI.
Fernando juga menilai pernyataan Jokowi bahwa ada pihak yang khawatir dengan keberadaan PSI tidak sekadar perang urat saraf atau psywar. Menurutnya, terdapat kalkulasi berdasarkan survei internal maupun eksternal yang menjadi dasar optimisme PSI.
"Kalau saya kira apa yang disampaikan oleh Jokowi bahwa ada yang takut dengan keberadaan PSI bukan hanya psywar, tetapi berdasarkan survei yang dilakukan internal ataupun eksternal PSI," jelasnya.
Dengan dukungan relawan dan basis pendukung Jokowi, Fernando menilai PSI memiliki peluang untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029 dan mengantarkan kadernya ke DPR RI.
"Dengan dukungan relawan dan pendukung Jokowi, PSI sangat berpeluang mengantarkan anggotanya menjadi anggota DPR dan akan mendapatkan suara yang signifikan," pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKetua MPR Tegaskan Tidak Gegabah dalam Mengubah UUD 1945
Herman Saleh Harahap·2 menit yang lalu -
OLAHRAGAPasaman Barat Siapkan 564 Kontingen Hadapi Porprov XVI Sumbar
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
SUMATERA TERKININoer Fest 2026 Wadah Unjuk Bakat Siswa SD di Pasaman
Herman Saleh Harahap·46 menit yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Targetkan Gotong Royong Kebersihan Lingkungan Rutin Setiap Bulan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAPanglima TNI Tinjau Kompetisi Primarox 2026 di BSD Tangerang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Bekuk Terduga Pelaku Curas Bersenjata Tajam
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
NASIONALUsman Husin Dukung Pengelolaan Lahan Gambut dan Magrove Cegah Karhutla
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NASIONALKemnaker Tekankan Peningkatan Standar Kompetensi Teknisi Ponsel
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan