Deflasi Bisa Ancam Sektor Pertanian di Tahun 2025, Ini Sebabnya
penurunan harga yang dialami petani berpotensi memicu pengurangan luas lahan tanam akibat tekanan finansial yang semakin meningkat
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Deflasi yang terjadi secara berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir dinilai dapat memperlemah kinerja sektor pertanian pada tahun 2025.
Menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, penurunan harga yang dialami petani berpotensi memicu pengurangan luas lahan tanam akibat tekanan finansial yang semakin meningkat.
"Dengan harga yang terus menurun, petani semakin kesulitan secara finansial dan bisa mengurangi luas tanam mereka. Ini akan berdampak langsung pada produktivitas pertanian kita," ujarnya kepada Nusantaraterkini.co melalui WhatsApp pada Rabu (9/10/2024).
Dia menjelaskan, meskipun pemerintah dapat melakukan intervensi dengan menambah subsidi atau memberikan bantuan lainnya, hal ini tidak akan cukup jika harga jual pasca panen tetap berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Bantuan mungkin mendorong petani untuk terus menanam, tapi jika harga jual tetap rendah, petani akan mencapai titik jenuh," tambahnya.
Lebih lanjut, Gunawan menyoroti pentingnya menyelesaikan akar masalah deflasi. Jika penyebab utamanya adalah lemahnya daya beli masyarakat, maka solusi yang dibutuhkan adalah penambahan lapangan pekerjaan.
Namun, jika deflasi disebabkan oleh banjirnya barang impor, kebijakan yang membatasi impor harus diterapkan untuk melindungi petani lokal.
"Deflasi dapat menciptakan situasi sulit bagi petani yang berjuang untuk tetap bertahan di tengah tantangan ini. Ketika harga jual hasil pertanian tidak sebanding dengan biaya produksi, petani tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dan berisiko jatuh ke dalam siklus utang," ujarnya.
Benjamin menyebutkan bahwa sektor pertanian bisa mengalami tekanan serius jika deflasi terus berlanjut tanpa adanya pemulihan daya beli masyarakat.
"Sub sektor tanaman pangan mungkin tetap stabil, tetapi sub sektor lain, seperti hortikultura, bisa mengalami pelambatan yang signifikan," jelasnya.
Ia mencatat bahwa kondisi ini akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Dalam konteks global, Benjamin mencatat bahwa berbagai faktor eksternal juga turut berkontribusi terhadap tantangan yang dihadapi sektor pertanian.
"Tensi geopolitik global, perlambatan ekonomi di negara-negara maju, perubahan iklim yang semakin tidak menentu, serta kebijakan restriktif dari negara eksportir dapat semakin menekan kinerja sektor pertanian Indonesia," tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa menyusut jika masalah ini tidak segera ditangani.
"Kita harus belajar dari inflasi rendah tahun 2020 sebesar 1,68% dan 2021 sebesar 1,87%, yang menandakan memburuknya ekonomi akibat pandemi. Saat ini, inflasi tahunan hingga September 2024 berada di angka 1,84% dan inflasi tahun berjalan sebesar 0,74%. Kita berpeluang mengulangi inflasi rendah seperti tahun-tahun itu, meskipun PDB kita tumbuh 5,05% pada kuartal kedua 2024," terangnya.
Benjamin menekankan perlunya kajian yang mendalam mengenai dampak deflasi terhadap kinerja sektor pertanian, agar kebijakan yang tepat dapat diterapkan untuk mencegah krisis yang lebih besar di masa depan.
"Penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merancang strategi yang komprehensif, yang tidak hanya fokus pada subsidi jangka pendek, tetapi juga mencakup perencanaan jangka panjang untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian kita," pungkasnya.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel Salurkan 4.000 Liter Air Bersih di Sekayu
Herman Saleh Harahap·1 menit yang lalu -
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·9 menit yang lalu -
KOTA MEDANAtasi Banjir Cinta Damai, Pemko Medan Bangun Drainase
Herman Saleh Harahap·21 menit yang lalu -
-
-
EKONOMIHarga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Airlangga Pastikan APBN 2026 Masih Aman
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSKorban TPPO, Julianto Cari Bantuan Agar Adik Dipulangkan dari Madagaskar
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPBB dan BINUS Edukasi Mahasiswa Lewat Pameran Perbudakan Kolonial
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus Proyek Tuhan Yesus di Salib Kasih Tarutung, Hakim Dalami Kontrak hingga Perizinan
hendra·1 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan