Debat Capres-cawapres Kelima, Pemaparan Dimulai dari Prabowo Subianto
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) August Mellaz mengatakan pemaparan pada Debat Kelima Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-cawapres) 2024 akan dimulai dari capres nomor urut dua Prabowo Subianto.
Baca Juga : Prabowo Sebelum Debat Kelima Pilpres 2024: Kami Siap
Hal ini disampaikannya saat ditemui wartawan di Gedung KPU Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga : Soal Pembatalan Informasi Tertutup Dokumen Syarat Capres-Cawapres, Formappi: Komisioner KPU Ciut
“Kalau yang terakhir, debat keempat kemarin kan dari paslon nomor urut 1. Jadi nanti akan dimulai dari paslon nomor urut 2, dalam hal ini calon presiden ya, dari paslon nomor urut 2, Pak Prabowo Subianto,” katanya.
Lebih lanjut, terkait pencegahan tim sukses yang pada debat sebelumnya mendekati moderator, diungkapkannya, KPU sudah belajar dari pengalaman yang ada.
Baca Juga : Hasil "Real Count" KPU Data 42,53 Persen: Anies 24,59 Persen, Prabowo 56,39 Persen, Ganjar 19,03 Persen
“Setelah debat keempat itu kan sekitar jeda sehari-dua hari, kami lakukan evaluasi. Kalau keterangan dari para tim paslon ya, itu debat keempat dianggap mendekati sempurna dari lokasi, pengelolaan kerja,” tuturnya.
Baca Juga : Kritik Keras Hensa Soal Danantara, dari Risiko Fiskal hingga Ancaman Elitisme Ekonomi
Sementara itu, soal selebrasi, menurutnya merupakan hal yang normal.
“Misalnya kan sempat muncul tuh, podium keluar, tapi abis itu kan memang tugasnya setelah segmen selesai pada saat memulai segmen akan diingatkan, dan itu sudah dilakukan dengan baik dan semua paslon juga mengikuti disitu,” tuturnya.
Baca Juga : Momen Hangat Presiden Prabowo dan Macron di Jamuan Malam Istana Élysée
Diketahui Debat Kelima Capres-cawapres 2024 akan diadakan pada Minggu (4/2/2024) di Jakarta Convention Center (JCC). Adapun, tema utama debat kelima adalah kesejahteraan sosial, pembangunan SDM, dan inklusi.
Sedangkan untuk sub tema nya adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, kesejahteraan sosial, dan inklusi.
(mr6/nusantaraterkini.co)
