Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dampak Kebakaran Hutan, Pelaku Usaha di Menara Pandang Tele Mengeluh Pendapatan Jeblok

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: JAS
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Invary Gunawan Simorangkir satu di antara pelaku usaha di Menara Pandang Tele yang mengungkapkan keluhkan penurunan omset saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di perbukitan di pinggiran Danau Toba.(Foto: JAS/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di perbukitan di pinggiran Danau Toba ikut berimbas ke pedagang pingir jalan di sekitaran Menara Pandang Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Pinus di Tele Capai 125 Hektare

Seorang pedagang bernama Invanry Gunawan Simorangkir, mengatakan akibat kebakaran, Pemerintah Kabupaten Samosir memberlakukan penutupan objek wisata Menara Pandang Tele untuk sementara waktu dan dibuka kembali setelah beberapa jam ditutup.

"Pada saat objek wisata Menara Pandang Tele ditutup sementara waktu, kami mengalami penurunan omset lantaran pengunjung sudah pulang ketika dibuka kembali," ungkapnya, Kamis (3/7/2025).

Ivanry mengungkapkan kebakaran yang terjadi sangat menggangu bagi pengunjung maupun warga sekitar yang ingin menuju ke Kabupaten Samosir ataupun sebaliknya, karena hanya jalan tersebut akses darat satu-satunya yang bisa dilalui.

"Pada saat kejadian, kami sampai di Menara Pandang Tele sekitar pukul 10.00 WIB, kami melihat api masih di bawah tapi asapnya sudah naik ke area Menara Pandang Tele, sehingga sangat menggangu pengunjung dan pengguna jalan," jelasnya.

Baca Juga: Cerita Tim Manggala Agni, Berjibaku Padamkan Api Kebakaran Hutan Pinus Samosir

Baca Juga: Tragedi di Sungai Silau: Calon Jaksa Kejari Simalungun Ditemukan Tewas

Ia mengatakan kobaran api terjadi kurang lebih dua jam sehingga untuk menghindari adanya korban jiwa pihak kepolisian dan Satpol PP mengarahkan pengunjung ke tempat yang lebih aman dan melakukan penutupan sementara lokasi.

"Diperkirakan kebakaran dengan api besar di sekitar Menara Pandang kurang lebih dua jam. Pemadam gabungan berupaya mematikan api. Para wisatawan juga diamankan sehingga jauh dari api, lalu objek wisata Menara Pandang Tele sementara waktu ditutup kemudian dibuka kembali ketika api telah padam," ujarnya.

(jas/nusantaraterkini.co)