nusantaraterkini.co, SULSEL – Fakta mengejutkan terungkap dari kasus penculikan Bilqis (4), bocah asal Makassar yang sempat hilang dan ditemukan setelah pencarian intensif polisi. Pelaku utama, Sri Yuliana alias Ana (30), ternyata memiliki rekam jejak kelam: ia pernah menjual tiga anak kandungnya sendiri dengan harga hanya Rp100 ribu per anak.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan bahwa Ana mengakui transaksi tersebut dalam pemeriksaan.
“Tersangka hanya menerima Rp300 ribu dari tiga anak kandung yang ia serahkan,” ujar Didik, Minggu (16/11/2025).
Baca Juga : Viral Video Pembegalan di Jalan Cemara Medan, Polisi Belum Terima Laporan
Ana diketahui menikah dengan pria berinisial OD pada 2016 dan dikaruniai lima anak: RT, RJ, P, FB, serta FS. Namun, hubungan rumah tangga mereka diduga tidak harmonis, bahkan disebut telah lama pisah ranjang. OD kini disebut berada di Papua.
Pada periode 2022–2023, Ana menyerahkan tiga anaknya—RT, RJ, dan P—kepada seseorang yang tidak ia kenal dengan dalih proses adopsi di kawasan Jalan Malengkeri, Makassar.
“Modusnya adopsi. Ketiga anak diserahkan kepada orang yang tak dikenal,” jelas Didik.
Baca Juga : 2 Pria Ditangkap Polisi Gegara Curi Tas Pemotor saat Istirahat di Musala
Setelah melepas tiga anaknya tersebut, Ana masih mengasuh dua anak lainnya, FB dan FS. Kini, keduanya telah diamankan dan mendapatkan pendampingan di Rumah Aman DP3A Kota Makassar sebagai langkah perlindungan.
Sementara itu, penyidikan kasus penculikan Bilqis terus berjalan. Polisi telah menetapkan empat tersangka: Sri Yuliana alias SY (30), Meriana alias MA (42), Adit Saputra alias AS (36), Nadia Hutri alias NH (29).
Kasus ini memicu keprihatinan publik, mengingat rangkaian tindakan yang dilakukan tersangka tak hanya membahayakan Bilqis, tetapi juga menunjukkan pola eksploitasi terhadap anak-anak kandungnya sendiri.
Baca Juga : Gerebek Narkoba, Polisi Ringkus Bandar: 10 Rumah Turut Digeledah
(Dra/nusantaraterkini.co)
