Nusantaraterkini.co PEMALANG - Maraknya mainan modern tak menyurutkan semangat Mbah Abdullah (83) warga Dusun Tembara, Desa Kaligelang, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang berjualan mainan tradisional.
Dia setia berjualan mainan tradisional, seperti kitiran bambu, peluit bambu kecil, burung plastik dan lainnya.
Mainan dipromosikan Mbah Abdullah dengan menjajakan berkeliling mengayuh sepeda. Pria lanjut usia ini masih berupaya mempertahankan eksistensi permainan jadul.
Ditemui saat jualan di depan kantor Bupati Pemalang, kakek dengan belasan cucu bahkan cicit ini, mengaku jika dirinya sebetulnya sudah dilarang berjualan oleh anak-anaknya. Akan tetapi karena sudah terbiasa bekerja keras dari muda, sehingga dirinya tetap melakukan aktivitas berjualan.
"Sekarang lagi nggak pakai sepeda, tidak boleh sama anak-anak. Justru saya kalau nggak berkegiatan jualan malah badan terasa sakit, nganggur nggak enak, kalau jualan kan disamping dapat uang juga bisa ketemu sama sesama pedagang," ujarnya sambil tersenyum, Senin (15/9/2025).
Baca Juga : Berbelanja Blind Box dan Mainan EDC Jadi Tren Baru di Pasar China
Meskipun permainan modern telah menjangkau pelosok pedesaan, namun baginya permainan tradisional tak pernah tergusur oleh zaman.
Sejak tahun 1950-an, dirinya sudah berdagang mainan tradisional. Kebanyakan merantau ke berbagai daerah, bahkan sampai Sumatera.
"Sudah puluhan tahun berdagang mainan, dari masih muda," katanya.
(Rgl/Nusantaraterkini.co)
