Nusantaraterkini.co, MEDAN - Warga Jalan Budi Luhur, Lingkungan XIV, Gang Jambu, Kelurahan, Sei Sikambing C-11, Kecamatan Medan Helvetia, divonis tujuh tahun dan enam bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (22/10/2024).
Terdakwa dinilai secara sah telah melakukan tindak pidana pembunuhan.
Vonis tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim yang diketuai As'ad Rahim, diruang sidang Cakra 6.
Terdakwa Gilang Prasetya Als Ucok (21) terbukti melanggar Dakwaan alternatif pertama sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 338 KUHP.
"Menjatuhkan pidana kepada Gilang Prasetya Als Ucok oleh karena itu dengan hukuman tujuh tahun dan enam bulan penjara," ucap As'ad
Setelah mendengarkan pembacaan putusan, selanjutnya Majelis Hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk pikir-pikir mengajukan upaya hukum banding atau tidak.
Diketahui, perkara ini bermula pada hari Senin (22/04/2024) sekitar pukul 12.00 Wib, terdakwa datang ke Jalan Asrama, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia, dengan tujuan untuk mengatur pemutaran mobil.
Sesampainya dikawasan tersebut terdakwa duduk disebuah cafe, sekitar pukul 17.00 WIB terdakwa pulang kerumah untuk menemui ibunya.
Pukul 19.00 Wib terdakwa melihat korban pergi bersama teman temannya. Tidak berapa lama korban kembali ke jalan yang dimaksud, untuk melakukan pengaturan pemutaran mobil.
Lalu terdakwa mengatakan kepada korban “kau kan sudah dari tadi siang di sini, kan sudah banyak kau dapat uang, aku baru saja pengaturan disini aku belum dapat uang, janganlah kau ganggu aku dulu”
Mendengar itu korban menjawab “apa mau kau” kemudian terjadi pertengkaran antara terdakwa dan korban, lalu korban menarik terdakwa ke pinggir jalan tepatnya di depan kafe lalu korban memukul terdakwa dan terdakwa membalas pukulan itu.
Kemudian korban mengambil sebilah pisau dari sebuah steling yang ada di depan kafe dan korban mengayun-ayunkan pisau tersebut ke arah terdakwa dan terdakwa berusaha menghindar.
Kemudian terdakwa berlari ke arah dapur kafe dan mengambil satu buah gunting dan langsung mendatangi korban.
Lalu terdakwa langsung mengayunkan gunting tersebut kearah tubuh korban dan mengenai leher sebelah kiri korban dan korban langsung memegang leher yang mengeluarkan darah akibat tikam itu dan berjalan kearah rumah sakit Hermina.
Singkatnya, terdakwa langsung meninggalkan rumah sakit dan melarikan diri ke Bogor pada tanggal 25 April 2024, kemudian terdakwa yang merasa ketakutan menyerahkan diri ke Polresta Bogor tanggal 4 Mei 2024, kemudian pada tanggal 05 Mei 2024 petugas Kepolisian Polsek Medan Helvetia menjemput terdakwa dan membawa terdakwa ke Polsek Medan Helvetia.
(cw4/nusantaraterkini.co)