Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Cegah Potensi Penyalahgunaan Dokumen, Imigrasi Medan Tekankan Pemohon Paspor Jujur Mengenai Tujuan Keberangkatan

Kami juga berharap masyarakat menyampaikan informasi yang benar terkait tujuan keberangkatan, karena sangat menentukan dalam proses penerbitan paspor

Potret seorang warga sedang melakukan pengurusan untuk pembuatan paspor. (Foto: dok imigrasi Medan)
Potret seorang warga sedang melakukan pengurusan untuk pembuatan paspor. (Foto: dok imigrasi Medan)
A A

, MEDAN - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan kembali menekankan pentingnya edukasi dan pembekalan (briefing) kepada para .

Langkah ini bertujuan agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai , serta menyampaikan tujuan keberangkatan secara jujur dan terbuka.

“Setiap pemohon memiliki hak untuk dilayani dengan baik. Namun, kami juga berharap masyarakat menyampaikan informasi yang benar terkait tujuan keberangkatan, karena sangat menentukan dalam proses penerbitan paspor,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, , Senin (11/8/2025).

Baca Juga : Kisah Pilu Nia, Gagal Ikut Pertukaran Pelajar ke Korea Selatan karena Paspor Rusak

Pembekalan kepada pemohon paspor dilakukan sebagai bentuk perlindungan dini terhadap potensi penyalahgunaan , seperti keberangkatan non-prosedural untuk bekerja di luar negeri.

Hal ini juga untuk memastikan bahwa yang diterbitkan digunakan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Petugas imigrasi sering kali menemukan pemohon yang memberikan keterangan tidak sesuai fakta atau menutupi tujuan sebenarnya, seperti bekerja di luar negeri tanpa izin resmi.

Ketidakterbukaan ini juga, sebutnya, berisiko menyebabkan penundaan, pembatalan, bahkan dugaan pelanggaran hukum.

Baca Juga : Hingga Juli 2025, Imigrasi Wilayah Jambi Terbitkan 19.060 Paspor dan Hasilkan PNBP Rp 12,2 Miliar

“Dengan adanya briefing, kami ingin memberi kepastian kepada masyarakat. Jangan sampai karena ingin paspornya cepat terbit, malah memberikan informasi yang tidak sesuai. Justru jika jujur dari awal, kami bisa berikan solusi atau arahan yang tepat,” jelasnya.

Melalui edukasi ini, Kantor mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan maksud keberangkatan yang sebenarnya, baik itu untuk wisata, ibadah, pendidikan, kunjungan keluarga, maupun pekerjaan secara resmi. Kejujuran ini akan mempercepat proses dan menghindarkan pemohon dari persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban atau berurusan dengan hukum karena berangkat secara tidak prosedural. Maka dari itu, kami tekankan: sampaikan apa adanya. Petugas kami siap membantu dan mengarahkan sesuai aturan,” tutupnya.

Baca Juga : Pembuatan Paspor Kerap Tersendat, Komisi XIII Desak Peningkatan Layanan Imigrasi di Daerah 3T

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis dan akuntabel, serta mendukung program 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal peningkatan kualitas layanan keimigrasian dan perlindungan WNI di luar negeri.

Dengan demikian, edukasi kejujuran dan kepastian tujuan keberangkatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran Masyarakat bahwa paspor bukan sekedar , melainkan amanah yang harus digunakan secara benar demi keselamatan, kelancaran dan juga kehormatan WNI di mata dunia.

(zie/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru