Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bus Listrik Medan Hadir dengan Sistem e-Money: Inovasi dan Tantangan Baru Transportasi Kota

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Massal Transportasi Bus Rapid Transit (MASTRAN BRT)./Ist

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi umum.

Langkah terbaru yang diambil adalah peluncuran 60 unit bus listrik baru yang akan bergabung dalam program Massal Transportasi Bus Rapid Transit (MASTRAN BRT). 

Acara peluncuran akan digelar pada Minggu (24/11/2024) di sekitar Lapangan Merdeka, Medan, yang akan menjadi titik awal bagi masyarakat Medan untuk merasakan fasilitas transportasi ramah lingkungan ini.

Baca Juga : Stasiun Bandar Khalipah Jadi Simpul Modern: Hubungkan KA Bandara hingga Bus Listrik

Kehadiran bus listrik ini bukan hanya sebagai solusi transportasi yang modern, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Pemko Medan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, nyaman, dan lebih ramah lingkungan bagi warganya. 

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas masalah kemacetan yang semakin meningkat dan polusi udara akibat banyaknya kendaraan pribadi yang beroperasi di kota ini. Dengan menggantikan bus konvensional yang berbahan bakar fosil, bus listrik diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, memberikan dampak positif bagi kualitas udara, dan membantu menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. 

"Dengan bus listrik ini, kami ingin menciptakan solusi yang lebih bersih dan efisien untuk transportasi kota Medan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, Jumat (22/11/2024). 

Namun, meskipun kehadiran bus listrik ini disambut dengan antusiasme, ada satu tantangan baru yang harus dihadapi oleh masyarakat, yaitu penerapan sistem pembayaran berbasis e-money

Mulai tanggal 24 November 2024, meskipun tarif untuk menggunakan bus listrik tetap gratis, penumpang diwajibkan untuk menggunakan kartu e-money sebagai metode pembayaran untuk memastikan kelancaran sistem transportasi. 

Sistem pembayaran non-tunai ini tentu menjadi sebuah perubahan besar, terutama bagi sebagian masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi pembayaran digital. 

"Kami menyadari bahwa bagi sebagian orang, beralih ke sistem digital mungkin terasa sulit, tetapi ini adalah langkah menuju modernisasi yang tidak dapat dihindari," kata Iswar Lubis.

Untuk memastikan sistem ini dapat diterima oleh berbagai kalangan, Pemko Medan telah merancang strategi distribusi kartu e-money secara gratis kepada masyarakat. 

Sebanyak 15.000 kartu e-money akan dibagikan secara bertahap, dimulai dengan 3.000 kartu pada saat peluncuran bus listrik. Pembagian ini dilakukan dengan harapan agar masyarakat yang belum memiliki kartu e-money dapat segera beradaptasi dan menikmati kemudahan penggunaan transportasi umum tanpa hambatan.

 "Kami berharap pembagian kartu ini dapat membantu masyarakat beralih dengan lancar dan memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan bersama," ungkap Iswar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, mengungkapkan bahwa sistem pembayaran e-money ini merupakan bagian dari langkah Pemko Medan untuk mendorong masyarakat menuju sistem pembayaran yang lebih praktis dan efisien. 

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa terbebani dalam beralih menggunakan e-money. Semua kemudahan ini adalah bagian dari upaya Pemko Medan untuk merubah pola pembayaran ke sistem yang lebih modern dan efisien, yang juga akan mempercepat proses dan mengurangi antrean," ujarnya. 

Ia juga menambahkan bahwa, "Melalui penggunaan e-money, kita bisa menciptakan sistem yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih transparan."

Lebih lanjut, Iswar juga menambahkan bahwa penerapan sistem e-money ini diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan kecurangan dalam transaksi, meningkatkan transparansi, serta memberikan kemudahan bagi penumpang dalam mengakses layanan bus listrik. 

"Dengan adanya kartu e-money, kita tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga membuka jalan untuk pengembangan sistem transportasi yang lebih modern dan berbasis teknologi," tambahnya.

Pemko Medan berharap, dengan adanya bus listrik dan sistem pembayaran berbasis e-money, masyarakat akan lebih termotivasi untuk beralih menggunakan transportasi umum. Selain itu, diharapkan juga dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyebab kemacetan dan polusi udara di kota Medan. 

Iswar Lubis pun berharap, ke depan, semakin banyak masyarakat yang memilih menggunakan bus listrik, tidak hanya karena gratis, tetapi juga karena transportasi ini lebih efisien, ramah lingkungan, dan nyaman. 

"Kami ingin masyarakat Medan memilih transportasi umum karena kualitasnya yang lebih baik, lebih ramah lingkungan, dan lebih praktis," tegas Iswar.

Inovasi transportasi ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya Pemko Medan untuk mendukung visi kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. 

“Kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan transportasi umum, serta menurunkan emisi karbon di kota Medan,” tutup Iswar Lubis. 

"Dengan hadirnya bus listrik ini, kami optimis Medan akan menjadi kota yang lebih hijau dan lebih ramah lingkungan," tambahnya.

Dengan adanya 60 unit bus listrik dan kemudahan penggunaan kartu e-money, Pemko Medan berharap transportasi umum menjadi pilihan utama bagi masyarakat, menciptakan pola hidup yang lebih sehat, serta memberikan dampak positif yang lebih luas dalam menciptakan kota Medan yang lebih hijau dan berkelanjutan. 

"Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam perubahan ini demi Medan yang lebih baik," pungkas Iswar. (cw9/nusantaraterkini.co)