Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bursa Asia Pasifik Dibuka Bervariasi Setelah reli Wall Street Terhenti Meski Data Inflasi Amerika Serikat Sesuai dengan Ekspektasi

Bursa Asia Pasifik dibuka bervariasi setelah reli Wall Street terhenti meski data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi.

Bagikan:
Bursa Asia Pasifik dibuka bervariasi setelah reli Wall Street terhenti meski data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi di perdagangan Kamis (28/11/2024)
Bursa Asia Pasifik dibuka bervariasi setelah reli Wall Street terhenti meski data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi di perdagangan Kamis (28/11/2024)
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (28/11/2024) dibuka bervariasi setelah reli terhenti meski data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi. 

BACA: Harga Bitcoin Naik 4,12% Level US$ 96.090,91 Berpotensi Terus Naik Hingga ke Level US$100.000

Sementara, indeks Kospi yang merupakan saham-saham unggulan Korea Selatan melemah 0,16%. 

Sedankan, untuk  indeks Kosdaq yang berisi saham-saham kapitalisasi kecil naik tipis 0,63%. 

Di sisi lain, di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,50%, sedangkan indeks Topix yang lebih luas stagnan.  Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka naik 0,54%. 

BACA: Kurs Rupiah Berhasil Rebound Bertengger di Level Rp 15.935 Per Dolar AS

Kemudian, indeks Hang Seng Hong Kong dalam perdagangan berjangka berada di level 19.618, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir di 19.603,13.   

Sebelumnya, Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) di AS, yang menjadi ukuran utama inflasi, naik 2,3% secara tahunan, meningkat dari 2,1% pada September.

BACA: IHSG Melorot 38,083 Poin ke Level 7.207,805 di Perdagangan Pagi

Sementara itu, inflasi inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, naik 2,8% pada periode 12 bulan hingga Oktober, sedikit lebih tinggi dari 2,7% pada bulan sebelumnya. 

Kedua angka ini sesuai dengan prediksi ekonom yang disurvei oleh Reuters, berdasarkan data dari LSEG. 

Hari ini, perhatian tertuju pada yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,25% dalam rapat komite kebijakan moneternya. Selain itu, bank sentral Korea Selatan tersebut akan merilis proyeksi terbaru untuk pertumbuhan dan inflasi. 

Semalam di , penurunan saham perusahaan teknologi besar menyeret pasar lebih rendah dalam sesi perdagangan yang sepi.

Perusahaan pembuat chip Nvidia kehilangan lebih dari 1%, sementara Meta Platforms turun 0,8%. Dell dan HP masing-masing turun lebih dari 12% dan 11%, menyusul perkiraan laba yang lemah.

Indeks S&P 500 turun 0,38% menjadi 5.998,74, mengakhiri kenaikan tujuh hari berturut-turut. Nasdaq Composite turun 0,6% menjadi 19.060,48.

Dow Jones Industrial Average turun 138,25 poin, atau 0,31%, menjadi 44.722,06, berbalik arah dengan kenaikan lebih dari 140 poin.

(nusantaraterkini.co/win)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait