Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BPS Sumsel: Mobilisasi Lebaran dan THR Jadi Motor Utama Penggerak Ekonomi Daerah

BPS Sumsel sebut THR dan mobilisasi warga saat Lebaran 2026 dorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli daerah

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai, Kamis (26/3/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai, Kamis (26/3/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) Moh Wahyu Yulianto menyebut besarnya mobilisasi masyarakat serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) telah menciptakan akumulasi dampak ekonomi yang positif bagi wilayah Sumatera Selatan selama momentum Ramadan dan Idul Fitri.

“Momen Ramadan ini jika dikaitkan dengan statistik, keramaian masyarakat menciptakan mobilisasi yang sangat besar. Hal ini mempengaruhi banyak hal, terutama secara ekonomi melalui pergerakan manusia yang mengeluarkan banyak uang untuk berbagai kebutuhan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Wahyu menjelaskan, pemberian THR dan tunjangan lainnya secara nyata meningkatkan yang kemudian terserap pada sektor transportasi, makanan, hingga kebutuhan pokok lainnya.

“Kondisi ini tidak hanya menguntungkan sisi konsumen, tetapi juga mendorong pertumbuhan perusahaan dan menghidupkan aktivitas di pasar-pasar tradisional maupun modern,” jelasnya.

Mengenai stabilitas harga, pihaknya mencatat inflasi di Sumsel hingga pertengahan momen Lebaran ini masih berada pada level yang terjaga.

Meski terdapat kenaikan tipis pada sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, telur, dan minyak goreng, kebijakan intervensi melalui oleh TPID dinilai efektif menekan gejolak harga.

“Terkait inflasi, sejauh ini kami bersyukur karena melalui beberapa acara yang digagas pemerintah daerah melalui TPID, harga-harga relatif terkendali. Memang ada kenaikan, namun masih tipis,” imbuhnya.

Ia mengatakan inflasi merupakan hal yang wajar dalam selama tetap berada dalam batas kendali. Koordinasi yang tepat antarinstansi diharapkan terus berlanjut guna menjaga tren positif ekonomi daerah pasca-perayaan hari besar.

“Itulah berkah Ramadan dan Idul Fitri yang memberikan akumulasi kebaikan serta dampak ekonomi yang baik untuk seluruh masyarakat. Kami selalu menekankan bahwa inflasi itu wajar ada, namun jangan sampai tinggi atau tidak terkendali,” katanya.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru