Belum Puas, Gabungan Mahasiswa se-Sumsel Kembali Geruduk Kantor Gubernur
Gabungan mahasiswa BEM SI Sumbagsel dan GMNI kembali menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumsel menuntut penanganan karhutla dan transparansi anggaran.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Belum puas dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel, gabungan mahasiswa kembali menggeruduk Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (6/10/2026).
Kali ini, massa aki datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumbagsel bersama DPC GMNI Palembang untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Koordinator Wilayah BEM SI Sumbagsel, Joan menyampaikan jika aksi tersebut merupakan aksi kedua mahasiswa di Kantor Gubernur Sumsel setelah sebelumnya mereka melakukan demonstrasi, Senin (5/10/2026).
“Karena memang hari ini kembali didatangi oleh gabungan mahasiswa se-Sumsel. Kalau untuk aksi hari ini memang sama seperti yang hari Senin kemarin, kami kembali lagi,” ujar Joan kepada media.
Menurut Joan, mahasiswa dari sejumlah kampus bergabung dalam aksi tersebut membawa lima tuntutan dengan persoalan karhutla menjadi salah satu fokus utama.
“Kalau tuntutan kita ada lima, tapi memang secara garis besarnya itu terkait karhutla. Karena kita lihat sendiri bahwasannya karhutla di Sumsel ini bahkan sudah mengalahkan di wilayah Kalimantan,” ungkapnya.
Ia mengatakan mahasiswa sebenarnya ingin bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel Herman Deru untuk menyampaikan tuntutan. Namun, Herman Deru sedang berada di Jakarta saat aksi berlangsung.
“Kita ingin bertemu dengan Pak Herman Deru, cuma memang hari ini beliau sedang ada di Jakarta. Pak Wakil Gubernur juga tidak ada di Palembang,” katanya.
Mahasiswa tiba di Kantor Gubernur Sumsel sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka kemudian menunggu sekitar empat jam sebelum akhirnya diterima perwakilan Pemprov Sumsel.
Joan mengaku kecewa karena mahasiswa harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan respons dari pemerintah.
“Kita datang sekitar jam dua, kemudian kita menunggu sekitar empat jam. Ya tentunya kami merasa kecewa,” ucapnya.
Meski demikian, Joan mengakui mahasiswa melihat adanya sejumlah upaya yang dilakukan Pemprov Sumsel dalam menangani karhutla. Namun, upaya tersebut dinilai belum maksimal.
“Kami melihat upaya-upaya Pemprov Sumsel, bahkan dari Instagram Pak Gubernur juga kami lihat. Tetapi menurut kami itu belum maksimal,” tuturnya.
Selain penanganan karhutla, mahasiswa juga meminta pemerintah membuka informasi terkait penggunaan anggaran dan petunjuk teknis penanganan karhutla.
“Kita ingin transparansi, termasuk dana dan teknisnya. Kita ingin tahu bagaimana penggunaan dana itu,” tegasnya.
Diriny menyebut Sumsel mendapat anggaran sekitar Rp1 triliun dari Presiden untuk penanganan karhutla. Anggaran tersebut, kata dia, telah dibagi ke lima kabupaten.
“Sumsel mendapatkan Rp1 triliun dari Presiden, sudah dibagi ke lima kabupaten. Apa kabar dengan sebelumnya? Sebelumnya nggak mungkin separah ini, nggak pernah separah ini, Pak. Cuma hari ini separah ini, bagaimana?,” lanjutnya.
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi dinamika setelah salah satu perwakilan mahasiswa dari sebuah kampus menggunakan almamater berwarna kuning. Persoalan tersebut kemudian dimediasi.
Joan mengatakan mahasiswa menyerahkan proses hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam kejadian tersebut.
“Kalau memang terbukti, proses melalui kepolisian. Kami menyerahkan sepenuhnya pada hukum. Kami berharap polisi tidak represif,” tegasnya lagi.
Setelah sekitar empat jam menunggu, mahasiswa akhirnya diterima Asisten I Setda Sumsel Apriyadi yang mewakili Gubernur Herman Deru.
Lima tuntutan mahasiswa kemudian dibacakan dan diserahkan kepada Pemprov Sumsel. Tuntutan tersebut diterima dan ditandatangani langsung oleh Asisten I Setda Sumsel, Apriyadi. Setelah itu, mahasiswa membubarkan diri dari Kantor Gubernur Sumsel.
Sebelum meninggalkan lokasi, mahasiswa juga melakukan operasi semut dengan membersihkan sampah dan botol air mineral yang berserakan di sekitar Kantor Gubernur Sumsel.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDiduga Aniaya Rekan Kerja Pakai Tojok, Warga Aur Duri Diringkus Polisi
Herman Saleh Harahap·4 menit yang lalu -
NEWSBakom RI Perkuat Komunikasi Dua Arah, Utamakan Mendengar Suara Rakyat
Herman Saleh Harahap·20 menit yang lalu -
NEWSMK Tolak Gugatan Denny Indrayana Terkait Pencalonan dan Ijazah Wapres Gibran
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
KRIMINALPolrestabes Medan Ungkap Peredaran Sabu dalam Bungkus Rokok
Herman Saleh Harahap·45 menit yang lalu -
SUMSELBelum Puas, Gabungan Mahasiswa se-Sumsel Kembali Geruduk Kantor Gubernur
Herman Saleh Harahap·56 menit yang lalu -
NEWS VIDEOPrabowo Ungkap Rp52 Triliun Kekayaan Negara Berhasil Diselamatkan Satgas PKH
Fadli Tara·59 menit yang lalu -
KRIMINALKPK Periksa Ajudan Wali Kota Padangsidimpuan dan Pejabat Tapsel
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Dorong Kesejahteraan Nelayan Lewat Kampung Merah Putih
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTBobby Nasution sebut Kolaborasi Kunci Pengelolaan Program Strategis Sumut
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALMenaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum Ketenagakerjaan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan