Rekor Tertinggi Sepanjang 2026, Hotspot di Sumsel Tembus 2.545 Titik Akibat Kemarau Ekstrem
BPBD Sumsel sebut 2.545 hotspot di Sumsel pecahkan rekor tertinggi 2026 akibat puncak kemarau ekstrem
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melonjak hingga menyentuh angka 2.545 titik berdasarkan pembaruan data Sipongi pada, Rabu (16/9/2026) pukul 05.00 WIB.
Lonjakan sebaran titik panas tersebut menjadi catatan tertinggi sepanjang tahun 2026 sekaligus rekor bulanan tertinggi sejak 2015.
“Jumlah 2.545 titik panas itu menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini. Terdiri dari lahan mineral sebanyak 1.561 titik dan gambut 984 titik,” ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman.
Sudirman menyebut, ribuan titik panas tersebut terdeteksi tersebar di seluruh 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Sebaran hotspot tertinggi terpantau berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan total 548 titik, yang terdiri dari 216 titik di lahan mineral dan 332 titik di lahan gambut.
Daerah lain yang turut mencatatkan sebaran hotspot tinggi di atas 100 titik meliputi:
* Banyuasin: 431 titik (97 mineral, 334 gambut)
* Musi Banyuasin (Muba): 304 titik (231 mineral, 73 gambut)
* Musi Rawas (Mura): 289 titik (285 mineral, 4 gambut)
* Musi Rawas Utara (Muratara): 263 titik (166 mineral, 97 gambut)
* Muara Enim: 258 titik (125 mineral, 133 gambut)
* Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur): 150 titik
Ia menegaskan, data titik panas ini menjadi perhatian utama dalam skema pemantauan dan penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Keberadaan hotspot di sejumlah wilayah, terutama daerah yang memiliki kawasan gambut, menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan potensi terjadinya karhutla,” tegasnya.
Secara akumulatif sepanjang periode 1–16 September 2026, total titik panas di Sumatera Selatan telah menembus angka 16.670 titik, yang juga menjadi rekor bulanan tertinggi sejak 2015.
Pihak BPBD Sumsel menyampaikan jika tingginya angka hotspot ini dipicu oleh kondisi iklim wilayah yang sedang mengalami fenomena kemarau ekstrem.
“Saat ini Sumsel memasuki puncak musim kemarau di El Nino yang panjang,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·2 menit yang lalu -
NASIONALTinjau API Banyuwangi, Wamenaker Minta Peserta MagangHub Asah Kompetensi
Herman Saleh Harahap·3 menit yang lalu -
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·31 menit yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Tinjau Penanganan Karhutla dan Kondisi Gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan
Rozie Winata·44 menit yang lalu -
SUMUTBuddha Tzu Chi Bangun 241 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Padangsidimpuan
Rozie Winata·52 menit yang lalu -
NEWS VIDEOBuddha Tzu Chi Indonesia Kembali Bantu Korban Bencana, 241 Huntap di Padangsidimpuan Dibangun
Fadli Tara·56 menit yang lalu -
KRIMINALMasuk Panti Rehabilitasi, Pasien Narkoba Lapor Polisi karena Ngaku Dianiaya hingga Gendang Telinga Pecah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Berangkatkan 638 Prajurit Misi Perdamaian PBB ke Kongo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALFilep Wamafma Minta Hak Daerah Penghasil Diperkuat dalam RUU Migas
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALKetua DPRD Sumut Bantah Sengaja Perlambat Penyidikan Kasus Dhody Thahir di Polda
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan