Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Titik Wilayah di Tapteng, Rumah Rusak dan Akses Jalan Putus

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar kondisi banjir yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara sejak beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Laporan terbaru yang dihimpun Nusantaraterkini.co melalui data jaringan relawan Sampoerna Retail Community (SRC) pada Selasa (25/11/2025) mencatat, sedikitnya delapan kecamatan terdampak banjir dan lima kecamatan mengalami longsor.

Banjir paling luas terjadi di Kecamatan Sarudik. Hampir seluruh kelurahan di wilayah ini terendam, mulai dari Pasir Bidang (Lingkungan 1 hingga 7), Pondok Batu (Lingkungan 1–3), Sibuluan Nalambok (Lingkungan 1–6), Sarudik (Lingkungan 1,2,3,5,8), hingga Lingkungan 2 Eka Satria. Air juga menggenangi jalan-jalan lingkungan sehingga mengganggu aktivitas harian warga.

Baca Juga : Empat Warga Tewas Tertimbun Longsor di Tapteng, Satu Keluarga Lenyap Saat Terlelap

Di Kecamatan Badiri, banjir meluas hingga ke Dusun 1, 3, dan 4 Aek Horsik, Muara Pinang Desa Sijago-jago, serta sejumlah lingkungan di Hutabalang dan Lopian.

Wilayah Tukka, Pandan, Lumut, Tapian Nauli, Kolang, dan Pinangsori turut melaporkan kenaikan debit air di permukiman, perumahan, dan ruas jalan utama.

Situasi tak jauh berbeda di wilayah perbukitan. Longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Lumut, Badiri, Sibabangun, Sarudik, dan Tapian Nauli.

Baca Juga : Prabowo Perintahkan KAI Cek Jalur Rawan Banjir-Longsor Jelang Nataru

Di Lingkungan 6 Kelurahan Lumut, satu unit rumah dilaporkan hancur tertimpa material tanah. Dua ruas jalan, yakni Jalan Poriaha Julu dan Jalan Lintas Rampah di Tapian Nauli, tertutup material longsor sehingga akses warga terganggu.

Cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan pergerakan tanah di lokasi rawan bencana.

Pemerintah daerah diminta bergerak cepat mengerahkan alat berat dan menyalurkan bantuan darurat, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)