Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Secara Teknikal Diperkirakan akan Sulit Melanjutkan Rally

Editor :  Team
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
kurs rupiah spot masih melemah 0,49% dari posisi Rp 16.218 per dolar AS pada Jumat (11/7) pekan lalu. Sedangkan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,17% ke Rp 16.301 per dolar AS.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (18/7/2025) kemarin, kurs rupiah spot menguat  0,27% ke Rp 16.297 per dolar Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar rupiah menguat jelang akhir pekan setelah tertekan dalam empat hari perdagangan sebelumnya. 

Namun dalam sepekan, kurs rupiah spot masih melemah 0,49% dari posisi Rp 16.218 per dolar AS pada Jumat (11/7) pekan lalu.

Baca Juga : Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Dolar AS Tertekan di Level Rp16.760

Sedangkan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,17% ke Rp 16.301 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor melemah 0,49% dari Rp 16.221 per dolar AS pada akhir pekan lalu 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, sepekan depan absen data – data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar. Investor akan terus memantau perkembangan seputar tarif dan pernyataan para pejabat the Fed terutama Powell yang akan berpidato pada hari Selasa. 

"Rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam kisaran, namun ada potensi menguat karena dolar AS yang secara teknikal diperkirakan akan sulit melanjutkan rally dan diperkirakan akan terkoreksi lebih lanjut. Rupiah pada Senin diproyeksi Rp 16.250 – Rp 16.350," ujar Lukman.

Baca Juga : Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tertekan ke Rp16.770

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sepanjang pekan lalu rupiah cenderung melemah sepanjang pekan akibat sempat meningkatnya sentimen perang dagang pada awal pekan. 

Serta meningkatnya kekhawatiran terkait penurunan interest rate differential antara BI dengan bank sentral global pasca pemotongan suku bunga BI pada RDG bulan Juli 2025 sebesar 25 bps ke level 5,25%. Adapun sepanjang pekan, rupiah melemah 0,48% week to week.

Josua mengatakan, pada pekan depan rupiah berpotensi menguat terbatas, didukung oleh potensi berlanjutnya sentimen risk-on di pasar saham pasca pemotongan suku bunga. 

Baca Juga : Rupiah Terseret Isu Geopolitik, Dibuka Melemah ke Rp16.832 per Dolar AS

Penguatan rupiah juga didukung oleh pernyataan dari pejabat Indonesia terkait masih berlanjutnya upaya pemerintah Indonesia untuk menurunkan tarif impor beberapa produk ekspor Indonesia. 

"Rupiah (Senin) diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 16.200 – Rp 16.325 per dolar AS," ucap Josua, Jumat (18/7).

(wiwin/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Rupiah Terkoreksi ke Rp16.835 per Dolar AS, Pasar Nantikan Sentimen Global dan APBN