Target Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Target Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad menyoroti persiapan Timnas Indonesia senior yang akan berlaga di turnamen FIFA ASEAN Series.
Ia menilai pelatih Timnas John Herdman harus melakukan perhitungan secara matang, terutama dalam membaca kekuatan lawan, kondisi fisik pemain, hingga kemampuan beradaptasi dengan karakter pemain.
Menurut Habib, salah satu kelemahan yang terlihat dalam penampilan Timnas sebelumnya adalah stamina pemain. Kehadiran sejumlah pemain diaspora, kata dia, tetap harus diimbangi dengan perhitungan kondisi fisik dan kemampuan bermain secara konsisten.
“Pelatih (Jhon Herdman) sekarang tentunya harus betul-betul melalui sebuah perhitungan yang mantap. Kelemahan kemarin, yang pertama kurang memahami sekuat atau kekuatan kesebelasan lain. Kemudian yang kedua, walaupun kita banyak pemain diaspora, tetapi tidak memperhitungkan stamina,” ujar Habib, Jumat (25/9/2026).
Ia juga menilai proses adaptasi antara pemain dengan karakter permainan Timnas Indonesia masih membutuhkan waktu. Menurutnya, sejumlah pemain yang sebelumnya diharapkan tampil menonjol justru belum sepenuhnya menunjukkan performa sesuai ekspektasi.
Habib juga menyoroti kebutuhan regenerasi di tubuh Timnas. Ia menilai Indonesia perlu menyiapkan lapisan pemain berikutnya untuk menggantikan pemain-pemain senior yang mulai memasuki usia lanjut.
“Kita perlu ada lapisan berikutnya yang mengganti pemain-pemain yang sudah terlalu tua. Harus berani memadukan antara pemain yang usianya masih segar dengan pemain yang lebih tua,” katanya.
Terkait peluang Indonesia di turnamen tersebut, Habib berharap skuad Garuda setidaknya mampu mencapai semifinal. Ia menilai peluang terbuka apabila Indonesia dapat memanfaatkan pertandingan menghadapi tim-tim di grupnya.
“Saya berharap masuk semifinal. Kalau untuk lolos dulu, lawan-lawan kita relatif sama, seperti Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Kalau kita berhasil mengalahkan Singapura dan dengan Malaysia bisa draw, kita bisa masuk,” ujarnya.
Selain persoalan komposisi pemain, Habib meminta pelatih lebih banyak mendengarkan masukan dari para asistennya. Menurut dia, para asisten pelatih memiliki pemahaman mengenai watak, karakter, serta gaya bermain para pemain.
Ia menilai kemampuan mengharmonisasikan karakter individu menjadi permainan tim merupakan salah satu tantangan utama yang harus dibenahi.
“Untuk bisa mengharmonisasikan, mengorkestrakan gaya bermain itu tidak mudah. Jangan sampai seperti kemarin, terlalu individual dan permainan kita terlalu mudah diketahui. Gaya permainan juga sangat monoton,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KESEHATANBulan Bakti Peternakan, Pemprov Sumut Targetkan Bebas Rabies 2030
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·6 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·7 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·9 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan