Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Aktivis 98: Gerakan Hamas Antitesa Kolonialisme Israel

Gerakan perlawanan Hamas sama persis dulu dengan munculnya laskar-laskar rakyat di Nusantara ketika mengusir penjajah Belanda

Bagikan:
Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati. (Foto: istimewa)
Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Muhammad Ikhyar Velayati mengatakan, Kelompok Militan Hamas adalah bagian dari pejuang gerakan pembebasan nasional .

"Hamas itu antitesa dari di Palestina, hukum sebab akibat berlaku. Ada , maka wajar ada perlawanan dari rakyat yang dijajah," katanya, Selasa (18/6/2024).

Menurut Ikhyar, penjajah Belanda dulu mengatakan jika pejuang kemerdekaan RI dengan sebutan ekstremis, sama persis dengan label teroris yang di berikan kepada Hamas.

"Gerakan perlawanan Hamas sama persis dulu dengan munculnya laskar-laskar rakyat di ketika mengusir penjajah Belanda. Dulu Belanda menyebut para pejuang rakyat yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata dengan sebutan kaum ekstrimis, dan saat ini pun Israel menyebut pejuang Hamas dengan sebutan teroris," jelasnya 

Ikhyar menyebutkan, stigma teroris yang diberikan kepada Hamas oleh Israel dan Amerika Serikat bertujuan untuk melegalkan Israel atas , sekaligus mengucilkan gerakan perlawanan rakyat Palestina di mata Internasional.

"Tujuan stigma tersebut hanya satu, melegalkan penjajahan Israel sekaligus mengucilkan dan memberikan stigma negatif kepada gerakan rakyat Palestina tersebut agar tidak mendapat dukungan internasional," terangnya.

Ikhyar menuturkan lebih lanjut jika masih ada politisi atau media mainstream masih menyebut Hamas sebagai gerakan teroris, bisa di pastikan mereka adalah antek Zionis Internasional.

"Jadi sudah jelas, jika ada politisi maupun madia mainstream masih menyebut Hamas sebagai gerakan teroris, bisa dipastikan mereka merupakan agen Zionis Internasional di Indonesia, sadar atau tidak sadar," tandasnya.

(zie/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru