Warga Keluhkan Limbah Cair dan Aroma tak Sedap Kandang Ternak Babi di Medan
Apalagi kalau musim hujan limbahnya itu kemana-mana, terus aromanya. Kan enggak nyaman kami dibuat limbah dan aroma Babi itu
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Warga Lingkungan VII, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, mengeluhkan limbah cair dan aroma tidak sedap yang berasal dari kandang peternakan hewan Babi yang terletak di Gang Saudara, Jalan Tirtosari, Kota Medan.
Warga setempat yang bukan peternak mengatakan, limbah cair yang dihasilkan dari peternakan kerap mengalir ke saluran-saluran pembuangan air pemukiman.
“Apalagi kalau musim hujan limbahnya itu kemana-mana, terus aromanya. Kan enggak nyaman kami dibuat (limbah dan aroma) itu,” ucap seorang warga bernama Misniati (55) saat ditemui di lokasi, pada Kamis (28/8/2025).
Baca Juga : Legislator Hindun Tolak Keras Peternakan Babi Senilai Rp30 Triliun di Jepara
Saban hari warga setempat mencium aroma tidak sedap itu. Terlebih ketika hujan, cairan yang mengalir di saluran-saluran air menjadi lebih gelap pekat karena bercampur limbah dari peternakan.
“Kalau hujan, sekarang air sudah masuk ke dalam rumah. Bayangikan kalau itu sudah terjadi,” ungkap Misniati.
Berdasarkan pantauan, kandang-kandang itu berada di halaman belakang rumah milik warga. Sebagian besar kandang tersebut terbuat dari beton. Tingginya diperkirakan sepinggang orang dewasa. Ukuran luas dan panjangnya bervariasi sesuai dengan jumlah Babi yang dibutuhkan.
Usai peternakan itu juga mencapai 5 hingga 10 tahun. Selama itu pula warga menjalani hidup ditengah kondisi tersebut.
Warga lainnya, Aswin Jafar, mengatakan jika mereka telah mengadukan kondisi ini sejak Februari 2025 lalu ke pemerintah Kecamatan. Namun, warga belum mengaku belum diberikan kepastian.
“Kondisi ini pembiaran. Bahkan beberapa kali ada yang lepas. Sudah sejak Februari lalu kami adukan ke Pemerintah setempat, surat kami isinya keresahan. Baru hari ini la pemerintah datang,” kata Aswin saat diwawancarai di lokasi.
Di sisi lain, Kepala Lingkungan (Kepling) VII, Imam Satria, mengatakan jika pihaknya telah memberikan peringatan kepada para peternak. Mereka diberi waktu selama tiga hari untuk menyelesaikan masalah limbah yang saat ini dipersoalkan warga.
“Kami sudah berikan peringatan agar mereka (peternak) mengendalikan limbahnya supaya tidak terjadi lagi hal seperti ini,” katanya saat ditemui di lokasi berbeda.
Sementara itu, Andik Turnip, salah seorang warga yang beternak Babi di halaman belakang rumahnya. Dia mengaku jika sejumlah pihak dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepling, dan Pemerintah Kecamatan telah mendatangi dan meninjau kandang dan ternak Babi miliknya.
“Mereka datang hanya foto-foto (kandang) saja. Tidak ada tanya jawab kepada kami warga yang beternak Babi sedikit,” ucap Andik saat ditemui di halaman belakang rumahnya.
Dia mengaku hanya menternakkan dua ekor Babi saja. Meski terlihat beberapa ekor Babi, dia mengaku jika itu milik tetangganya.
“Sejak lima tahun yang lalu kami juga sudah diberikan peringatan pelarangan, tapi karena ekonomi terpaksa kami berternak Babi,” katanya.
Baca Juga : Ketua DPRD Binjai Sidak Kandang Babi: Pengusaha Diminta Hentikan Aktivitas karena Meresahkan Warga
Padahal, Kota Medan memiliki peraturan tersendiri terkait larangan usaha peternakan hewan berkaki empat (Babi). Peraturan tersebut bernama Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 26 Tahun 2013.
Perwal ini digunakan sebagai dasar untuk menegakkan aturan terkait peternakan babi di wilayah Kota Medan, meskipun ada isu-isu tentang efektivitas pelaksanaannya.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
RELIGIRibuan Warga Palembang Padati Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Bersama UAS di Kambang Iwak
Rozie Winata·28 menit yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Analis Ungkap Saham yang Layak Dicermati
hendra·33 menit yang lalu -
KRIMINALPolres Padangsidimpuan Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja, Satu Pelaku Diringkus
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
SEPAKBOLAJohn Herdman Sebut Skuad Garuda Belum Turun dengan Kekuatan Penuh
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIMichael Saylor Peringatkan Sistem Keuangan AS Harus Dibangun Ulang untuk Era AI
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaim Miliki Kendali Penuh, Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·9 jam yang lalu -
-
KRIMINALViral Video Dugaan Bullying Siswi SMPN 12 Pematangsiantar, Polisi Langsung Turun Tangan
hendra·10 jam yang lalu -
BADMINTONDua Ganda Putra Indonesia Tembus Semifinal Asian Games 2026, Leo/Daniel Tantang Pasangan Nomor 1 Dunia
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan