Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Usai diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi, banjir menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Bali pada Selasa (24/2/2026).
Peristiwa ini berdampak pada wilayah Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Baca Juga : Banjir Rendam Manggis Karangasem, Satu Mobil Warga Terseret Arus
Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Kabupaten Tabanan banjir terjadi di Kecamatan Kediri, tepatnya di Kelurahan Kediri. Sebanyak 3 kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak dan masih dalam proses pendataan.
Baca Juga : Banjir Bali Berangsur Surut, Jumlah Korban Jiwa jadi 16 Orang
Sementara itu, di Kota Denpasar, banjir terjadi di empat kecamatan, yakni Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. Data korban terdampak masih dalam pendataan oleh petugas di lapangan.
Di Kabupaten Badung, banjir terjadi di Kecamatan Kuta yang meliputi Kelurahan Seminyak dan Kelurahan Legian, serta Kecamatan Kuta Selatan di Kelurahan Jimbaran. Data korban terdampak di wilayah ini juga masih dalam pendataan.
Baca Juga : BRI Salurkan Dana Tunggu untuk 418 Warga Terdampak Bencana di Huta Godang
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, selain berdampak pada warga, beberapa unit rumah dan akses jalan dilaporkan terdampak di tiga wilayah tersebut.
Baca Juga : Banjir Grobogan Meluas ke Hilir: 9.000 KK Terdampak dan Tanggul Jebol di 10 Kecamatan
"Rincian kerugian materiel masih dalam proses asesmen," katanya dalam keterangan, Kamis (26/2/2026).
BPBD di tiga wilayah tersebut, sebutnya, telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak serta pompanisasi guna mempercepat surutnya genangan.
Berdasarkan kondisi mutakhir Rabu (25/2/2026), banjir di Kabupaten Tabanan telah surut total. Di Kota Denpasar, genangan berangsur surut dengan tinggi muka air sekitar ±5 hingga 60 sentimeter dan penanganan masih berlangsung.
"Di Kabupaten Badung, sebagian wilayah telah surut dan genangan tersisa di satu titik di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta," tambahnya.
Muhari menyatakan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu genangan kembali.
Masyarakat diharapkan rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.
"BNPB juga mendorong BPBD dan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi," pungkasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
