Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

TKN: Ceroboh Jika Buka Data Pertahanan Nasional pada Publik

Soal data pertahanan ini kan rahasia negara ya tidak bisa dibongkar di publik, apalagi di forum terbuka seperti debat Pilpres ini

Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan. (Foto: istimewa)
Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan. (Foto: istimewa)
A A

TKN: Ceroboh Jika Buka Data Pertahanan Nasional pada Publik

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengapresiasi sikap yang enggan membuka data di forum terbuka karena menyangkut masalah keamanan dan rahasia -negara di , Minggu (7/1/2024) malam.

"Soal data pertahanan ini kan rahasia negara ya tidak bisa dibongkar di publik, apalagi di forum terbuka seperti debat Pilpres ini. Mohon izin, silakan dicek negara-negara seperti Amerika, Rusia, dan lain-lain, saya yakin tidak ada pejabat yang mau buka rahasia negara di hadapan publik, kecuali blunder,” kata Komandan TKN Fanta (Pemilih Muda) Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/1/2024).

Arief menilai Prabowo telah menujukan sikap negarawan karena mengajak dua kandidat peserta Pilpres untuk adu data setelah . Menurut Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma'ruf 2019 ini keduanya menolak ajakan tersebut karena hanya ingin menyerang personal Prabowo di debat capres.

"Pak Prabowo menjelaskan bahwa waktu yang singkat itu tidak cukup untuk menjelaskan berbagai hal yang kompleks di negara ini. Itulah yang membedakan seorang negarawan yang bicara gagasan, bicara hal-hal yang kompleks dengan orang lain yang sekedar bicara hal-hal yang teknis dan hanya omong, omong, omong," tegasnya.

Arief menyarankan agar Anies dan Ganjar memahami terkait sensivitas dan perlindungan data. Dia mengaku pengalaman di bidang perbankan dan medis membuatnya memahami sensitivitas dan perlindungan data itu sangat penting.

"Beberapa tahun ke belakang kita di sektor perbankan. Juga sebelumnya di bidang medis sebagai dokter gigi. Data nasabah dan rekam medis seorang pasien saja kita jaga kerahasiaannya, ada namanya aturan perlindungan data pribadi. Tidak bisa sembarang buka data di publik. Itu hanya bicara satu orang individu, apalagi ini data pertahanan nasional,” ujar mantan Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau Bank BSI ini.

“Sekali lagi, hanya orang blunder yang meminta data sesensitif itu digelar di forum publik yang disiarkan di tv nasional. Sama saja membuka pintu rumah untuk maling masuk. Kami bangga pak Prabowo bijak dan tidak terpancing ego sama sekali,” pungkas Arief.

(HAM/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru