Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tembus 118 Ribu Ton, Penyerapan Beras Bulog Sumsel Babel Capai 68,6 Persen

Bulog Sumsel Babel telah menyerap 118.460 ton beras atau 68,6 persen dari target 2026, didukung produksi tinggi dan HPP gabah Rp6.500/kg.

Kepala Kanwil Perum Bulog Sumsel Babel, Ihsan saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kepala Kanwil Perum Bulog Sumsel Babel, Ihsan saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.coPALEMBANG - Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel mencatat realisasi hingga akhir Juni 2026 telah mencapai sekitar 118.460 ton setara beras. Kepala Kanwil Perum , Ihsan menyebut jika angka ini setara dengan 68,6 persen dari total target pengadaan tahunan sebesar 172.682 ton.

"Artinya, masih tersisa sekitar 50 ribu ton yang akan diselesaikan pada semester kedua tahun ini," ujar Ihsan saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2026).

Ihsan mengatakan jika pencapaian positif tersebut didorong oleh tingginya produksi dari wilayah lumbung pangan, serta skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang dinilai meningkatkan gairah tanam .

"Secara persentase, capaian penyerapan saat ini sudah berada di kisaran 68 hingga 69 persen," katanya.

Ia mengungkapkan jika Kabupaten tercatat menjadi penyumbang penyerapan terbesar berkat luas lahan sawah dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP).

Setelah Banyuasin, pasokan gabah terbanyak juga disokong dari wilayah Ogan Komering Ilir (), Ogan Komering Ulu (), Lahat, dan .

“Selain untuk memenuhi kebutuhan internal kawasan , surplus beras hasil penyerapan ini turut didistribusikan ke sejumlah daerah defisit seperti Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi hingga Riau,” imbuhnya.

Kemudian, untuk menghadapi potensi musim kemarau di semester kedua, pihak Bulog menilai kondisi tersebut justru berpotensi meningkatkan kualitas gabah karena kadar air yang lebih terjaga. Selain itu, pemanfaatan lahan lebak yang mengering di wilayah juga menjadi peluang tambahan untuk menjaga ritme produksi dan penyerapan hasil panen warga.

"Kondisi tersebut membuat semakin bergairah mengembangkan usaha pertanian," pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait