Tak Disebutkan dalam Pidato Presiden, Komisi X DPR Tekankan Anggaran Kesejahteraan Guru
Komisi X DPR menyoroti kesejahteraan guru dan dosen yang tak disebut dalam pidato RAPBN 2027 serta mendorong anggaran yang lebih konkret.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti tidak disebutkannya secara eksplisit persoalan kesejahteraan guru dan dosen dalam pidato RAPBN 2027. Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian DPR dalam pembahasan anggaran pendidikan tahun depan.
Hetifah menegaskan, absennya isu kesejahteraan pendidik dalam pidato RAPBN 2027 tidak boleh dimaknai bahwa peningkatan kesejahteraan guru dan dosen bukan menjadi prioritas pemerintah.
“Tidak disebutkannya secara eksplisit persoalan kesejahteraan guru dan dosen dalam pidato RAPBN 2027 tentu menjadi perhatian. Namun, hal tersebut tidak boleh dimaknai bahwa peningkatan kesejahteraan pendidik tidak menjadi prioritas pemerintah,” ujar Hetifah.
Ia mengatakan, Komisi X DPR akan meminta penjelasan konkret mengenai arah kebijakan pemerintah serta dukungan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen. Perhatian tersebut, kata dia, juga harus mencakup guru non-ASN.
“Dalam pembahasan RAPBN 2027, tentu kami meminta penjelasan konkret mengenai arah kebijakan dan dukungan anggaran untuk peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, termasuk bagi guru non-ASN, serta memastikan komitmen pemerintah,” katanya, Minggu (16/8/2026).
Hetifah menilai besarnya anggaran pendidikan yang mencapai Rp820,9 triliun harus diikuti dengan dampak nyata terhadap kesejahteraan pendidik dan peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, Komisi X DPR akan memastikan peningkatan anggaran pendidikan tidak hanya besar dari sisi nominal, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi para pendidik dan kualitas pendidikan nasional.
“Dengan nusantaraterkini.co/tag/anggaran-pendidikan" class="article-tag-link" rel="tag">anggaran pendidikan yang mencapai Rp820,9 triliun, kami tentu akan memastikan peningkatan anggaran tersebut tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pendidik dan mutu pendidikan,” ujar Hetifah.
Ia menambahkan, dalam pembahasan RAPBN 2027, DPR akan memperjuangkan alokasi anggaran yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan guru dan dosen.
“Karena itu, dalam pembahasan RAPBN 2027, kami tentu memperjuangkan adanya alokasi yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan guru dan dosen,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·Beberapa detik yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPastikan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar, Kapolres Binjai Audit SPPG di Sendang Rejo
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKSoroti Ranperda Pajak, Fraksi PKS DPRD Medan Minta Pemko Jaga Daya Beli Warga
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWADemo DPRD Sumut, KAMMI Soroti Seleksi KPID dan Alokasi Dana Reses
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan