Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon, 1 Tentara Prancis Tewas dalam Penyergapan
Serangan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon tewaskan 1 tentara Prancis dan lukai 3 lainnya. Diduga dilakukan kelompok bersenjata.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali terjadi di Lebanon selatan, Sabtu (18/4/2026). Dalam insiden tersebut, satu prajurit asal Prancis dilaporkan tewas, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.
Pihak UNIFIL menjelaskan, serangan terjadi saat tim mereka sedang melakukan pembersihan bahan peledak di sepanjang jalan di Desa Ghandouriyeh. Saat menjalankan tugas tersebut, pasukan menjadi target tembakan senjata ringan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata non-negara.
UNIFIL menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah satu personel mereka. Selain itu, mereka juga mendoakan agar para korban luka segera pulih.
“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Tindakan ini bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas UNIFIL dalam pernyataan resminya.
Misi penjaga perdamaian tersebut juga memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap pelaku di balik serangan tersebut.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menduga kelompok Hezbollah berada di balik insiden tersebut. Ia mendesak pemerintah Lebanon untuk segera menangkap pihak yang bertanggung jawab.
Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Hizbullah. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam serangan terhadap pasukan UNIFIL di wilayah Ghandouriyeh-Bint Jbeil.
Korban tewas diketahui bernama Florian Montorio, seorang sersan staf yang tengah bertugas dalam misi perdamaian. Ia dilaporkan gugur setelah unitnya disergap saat menuju pos terdepan UNIFIL yang sempat terisolasi akibat konflik di wilayah tersebut.
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis menyebut serangan dilakukan dari jarak sangat dekat, sehingga membuat korban tidak sempat menghindar. Meski sempat mendapatkan pertolongan dari rekan-rekannya, nyawa Montorio tidak dapat diselamatkan.
Insiden ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di kawasan konflik, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dalam beberapa waktu terakhir.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANKomda Sumut-NAD PMKRI : Informasi Tuan Rumah Rakernas PMKRI di Cabang Medan Pembohongan Publik
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTNonton Perdana 'Jamin Setia Selamanya', Rico Waas Apresiasi Djamin Ginting
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
SUMSELPolda Sumsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Narkoba
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerima Audiensi Buddhis Tamil Nusantara, Rico Waas: Keberagaman Kekuatan Medan
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALPraperadilan Parlindungan Silitonga, Ahli Soroti Prosedur Polrestabes
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan