Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Seorang Warga Tewas dalam Kerusuhan di Pejompongan: Polisi Ungkap Kronologi dan Alasan Keluarga Tolak Autopsi

Polisi ungkap kronologi tewasnya warga saat kerusuhan Pejompongan, keluarga tolak autopsi demi hormati duka

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: Instagram/@poldametrojaya)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: Instagram/@poldametrojaya)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — membeberkan kronologi tewasnya Bambang Setiawan, seorang warga yang tewas di tengah kerusuhan di kawasan Pejompongan, , Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) malam.

Kabid Humas , Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, korban awalnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar lokasi kejadian. Petugas baru bergerak melakukan evakuasi setelah memastikan situasi di lapangan benar-benar aman.

"Berawal dari adanya informasi masyarakat, kami mengetahui ada kerusuhan di lokasi tersebut. Polri harus memperhitungkan keamanan sebelum melakukan evakuasi," ujar Budi dalam konferensi pers, Jumat (28/8/2026).

Setelah itu, Tim Biddokkes Polda Metro Jaya segera melarikan Bambang ke Rumah Sakit (RS) Mintohardjo untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan.

Untuk kepentingan identifikasi, jenazah korban kemudian dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar tengah malam.

Keluarga Tolak Proses Autopsi

Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian mengajukan permohonan autopsi. Namun, langkah tersebut ditolak oleh pihak keluarga.

Budi menyebutkan, penyidik telah berkoordinasi langsung dengan anak kandung almarhum. Keluarga menyatakan keberatan dan telah menandatangani surat pernyataan resmi penolakan autopsi.

"Kami sudah mengajukan permohonan untuk autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya. Namun, pihak keluarga tidak bersedia dan telah mengeluarkan surat pernyataan resmi," terangnya.

Untuk sementara waktu, polisi belum mendalami keterangan dari pihak keluarga guna menghormati suasana duka yang mendalam.

Polda Metro Jaya sendiri menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tragis ini. Pihaknya menilai peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi bersama mengenai pentingnya perlindungan keselamatan warga sipil di tengah aksi massa atau kerusuhan.

"Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa menciptakan ruang aman bukan hanya bagi penyampai aspirasi, tetapi ada masyarakat lain yang harus dilindungi jiwa dan keselamatannya," tegas Budi.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Bambang belum dapat dipastikan seiring dengan keputusan keluarga yang menolak autopsi. Polisi menyatakan tetap menghormati keputusan tersebut.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru