Nusantaraterkini.co, Padangsidimpuan - Puluhan massa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tapanuli Selatan (Tapsel) - Padangsidimpuan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Senin (30/6/2025)
Dalam orasinya, secara bergantian Ketum PC IMM Tapsel - Padangsidimpuan, Tobat Wahyudi Nasution bersama Sekretaris Umum, Ilman Gani Muis dan Kordinator Aksi, Ferdiansyah mengatakan bahwa, dalam catatan, 100 hari kerja bapak Wali Kota Padangsidimpuan, pihaknya menyikapi berbagai perkembangan dinamika, bahkan polemik yang terjadi di Kota Padangsidimpuan.
BACA JUGA: ANTI KRITIK!, Papan Bunga untuk Topan Ginting Dibongkar dari Trotoar Jalan Karya Wisata
"Kami adalah sebagai Organisasi Mahasiswa senantiasa berkomitmen pada nilai-nilai pelecehan Kemanusiaan, Kebenaran, dan Keadilan. Serta menyikapi berbagai perkembangan dinamika dan polemik yang terjadi di Kota ini," sebut Tobat
Massa IMM juga menyoroti berbagai aspek penting yang menjadi tanggung jawab Pemerintah, seperti layanan Kesehatan, Pendidikan, Pertanian, Kesejahteraan Masyarakat, Reformasi Birokrasi, serta maraknya persoalan pelecehan seksual di Kota Padangsidimpuan, yang sampai saat ini belum memiliki tindakan ataupun solusi konkrit.
Meminta kepada bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, agar lebih serius meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan
mengambil tindakan nyata, atau memberikan solusi konkrit untuk menyelesaikan persoalan ataupun masalah yang sedang dihadapi masyarakat Kota ini.
Semisal, kalangkaan gas 3 kg, gagal panen disebabkan jaringan irigasi di Desa Purwodadi Kecamatan Batunadua Padangsidimpuan, kelangkaan BBM subsidi dan penanganan kasus pelecehan.
Lanjutnya, agar memberikan penjelasan terkait alokasi penanganan banjir atau alokasi Biaya Tak Terduga (BTT).
"Disamping tuntutan yang kami sebut tadi, bapak Wali Kota agar melakukan audit menyeluruh, terhadap semua sumber PAD, optimalisasi aset daerah, penertiban pajak dan retribusi usaha serta pembentukan satuan tugas khusus optimalisasi PAD. Dan terkait isu yang sedang berkembang ditengah-tengah masyarakat, terkait adanya Bandrol atau Lelang Jabatan", ujar Tobat.
Sekdako Padangsidimpuan, Roni Gunawan Rambe didampingi sejumlah jajarannya, saat menjumpai massa mengatakan bahwa, Bapak Wali Kota, dan Wakil Wali Kota dalam menjalankan tugas di luar kota.
"Bapak Wali Kota berada di Medan, dan Wali Kota di Jokjakarta dalam menjalankan tugas. Terkait tuntutan massa agar ada keseriusan Pemko, agar pernyataan sikap di teken, mari kita tandatangani bersama," ucap Roni.
Usai penandatanganan bersama, massa lalu membubarkan diri, sembari mengatakan jika Pemko tidak serius dalam hal ini, kita akan datang lagi dengan massa yang lebih besar.
Tampak aksi unjuk rasa tersebut, dengan pengamanan dari Personel Polres dan Satpol PP Padangsidimpuan.
(sg/nusantaraterkini.co)
