Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Serangan Udara Pakistan Guncang Afghanistan, 18 Warga Tewas dan Puluhan Terluka

Serangan udara Pakistan di Nangarhar dan Paktika tewaskan 18 warga sipil. Kabul mengecam, ketegangan dua negara kembali memanas.

Seorang personel keamanan Taliban berdiri di samping puing-puing rumah yang hancur akibat serangan udara Pakistan di desa Balish, distrik Urgun, Provinsi Paktika, Pakistan, Minggu (22/2/2026). (Foto: AFP)
Seorang personel keamanan Taliban berdiri di samping puing-puing rumah yang hancur akibat serangan udara Pakistan di desa Balish, distrik Urgun, Provinsi Paktika, Pakistan, Minggu (22/2/2026). (Foto: AFP)
A A

Nusantaraterkini.co, - Sedikitnya 18 warga Afghanistan dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilancarkan militer Pakistan di wilayah perbatasan. Serangan tersebut menghantam sejumlah titik di Provinsi dan pada Minggu (22/2/2026) dini hari.

Menurut laporan kantor berita Agence France-Presse (AFP), serangan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak bentrokan perbatasan pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua belah pihak.

Warga yang berduka tampak berkumpul di area pemakaman massal untuk mengantarkan para korban ke peristirahatan terakhir. Tangis keluarga pecah ketika jenazah dimakamkan.

Nezakat (35), seorang petani dari Distrik Bihsud, mengaku kehilangan hampir seluruh anggota keluarganya. Rumahnya rata dengan tanah akibat gempuran udara. “Ayah dan anak-anak saya ada di dalam rumah. Semuanya meninggal,” ujarnya pilu.

Juru bicara kepolisian , Sayed Tayeeb Hammad, mengatakan serangan dimulai sekitar tengah malam dan menghantam tiga distrik. Dari satu keluarga, 23 orang tertimbun reruntuhan—18 di antaranya meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Seorang warga setempat, Amin Gul Amin, menuturkan bahwa seorang korban yang selamat sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya dievakuasi. “Mereka warga biasa, bukan kombatan,” katanya.

Pakistan: Target Militan

Pemerintah Pakistan menyatakan operasi tersebut menyasar tujuh titik yang diklaim sebagai basis kelompok militan, termasuk dan afiliasi Islamic State – Khorasan Province (IS-K).

Islamabad menyebut serangan itu sebagai respons atas serangkaian aksi bom bunuh diri di wilayahnya, termasuk ledakan di masjid Syiah di Islamabad dua pekan sebelumnya yang menewaskan sedikitnya 40 orang.

Namun, pemerintah mengecam keras langkah tersebut. Juru bicara pemerintah, Zabihullah Mujahid, menyebut serangan di Nangarhar dan sebagai tindakan kriminal yang menargetkan warga sipil.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan akan mengambil respons yang “tepat dan terukur”. Ketegangan antara kedua negara memang terus meningkat sejak kembali berkuasa pada 2021. Upaya negosiasi serta gencatan senjata sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Situasi di perbatasan Afghanistan-Pakistan kini kembali memanas, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait