Polisi Tembak Senior 4 Kali di Kepala, Korban Tewas
Pengacara Korban Duga Pelaku Tak Sendirian
Bharatu Valdo tewas ditembak juniornya di Pondok Cabe. Pengacara korban menyoroti luka tembak dan tusuk serta menduga pelaku tak hanya satu orang.
Nusantaraterkini.co,ย TANGERANG SELATAN โ Kasus kematian anggota Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, menjadi sorotan setelah pengacaranya mengungkap dugaan adanya serangan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Kuasa hukum korban juga meminta polisi mengusut kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang.
Valdo dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh juniornya, Bharada Andika Rahmadani, di Markas Ditpoludara, kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (16/10/2026).
Pengacara korban, Petrus Bala Pattyona, mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terduga pelaku mengambil senjata dari pos atau gudang sebelum melakukan penembakan.
"Pelaku mengambil senjata dari pos atau gudang, kemudian menembak Valdo sebanyak empat kali di bagian kepala," kata Petrus, Senin (19/10/2026).
Menurut keterangan Petrus, peristiwa tersebut diduga berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB, ketika korban sedang tidur di mes. Selain luka tembak, Valdo disebut mengalami sejumlah luka tusuk yang diduga berasal dari senjata tajam jenis sangkur.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit sekitar 30 menit setelah kejadian. Petrus menyebut Valdo masih menunjukkan gerakan saat dibawa, tetapi akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Pengacara Minta Dugaan Keterlibatan Pihak Lain Diusut
Banyaknya luka yang ditemukan pada tubuh korban membuat tim kuasa hukum mempertanyakan apakah penyerangan tersebut hanya dilakukan oleh satu orang.
Petrus menduga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain perlu ditelusuri melalui penyelidikan menyeluruh. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan dan penyidikan aparat kepolisian.
"Kami sangat mengharapkan harus diusut tuntas karena pelakunya kemungkinan bukan hanya satu orang karena lukanya begitu banyak," ujar Petrus.
Ia menegaskan pentingnya pengungkapan perkara secara menyeluruh agar seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan penggunaan senjata api dan sangkur, dapat diketahui secara jelas.
Petrus juga menyampaikan bahwa tim pengacara untuk mendampingi keluarga korban telah terbentuk. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh kejelasan mengenai penyebab kematian Valdo serta proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Pelaku dan Korban Bertugas di Kesatuan yang Sama
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam perkara ini, Bharada Andika Rahmadani merupakan junior Valdo yang baru sekitar delapan bulan bergabung. Keduanya diketahui bertugas dalam kesatuan yang sama di lingkungan Polairud, kawasan Lapangan Terbang Pondok Cabe.
Dalam hierarki kepangkatan Polri, Bharada atau Bhayangkara Dua berada satu tingkat di bawah Bharatu atau Bhayangkara Satu.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan sesama anggota kepolisian yang berada dalam satu lingkungan kedinasan. Pengungkapan motif, kronologi lengkap, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain menjadi hal penting untuk memastikan perkara tersebut ditangani secara transparan.
Hingga seluruh fakta terungkap melalui proses penyidikan, dugaan keterlibatan orang lain yang disampaikan kuasa hukum korban tetap perlu diperlakukan sebagai dugaan dan tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan hukum.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALPemerintah Pastikan Cadangan BBM Nasional Tetap Terjaga, Tersedia 16-20 Hari
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANMahasiswa USU Desak Transparansi Tender LPJU Dishub Medan, Soroti 3 Paket Pengadaan Bernilai Rp12,31 Miliar
3 jam yang lalu -
PERISTIWASatu Unit Mobil Diduga Bawa Minyak Solar Terbakar di Padangsidimpuan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMICapaian Investasi Januari-September 2026 Sentuh Rp1.539,2 Triliun, Rosan: Serap 2,19 Juta Tenaga Kerja
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIOJK Pacu Reformasi Pasar Modal: Transparansi Diperkuat, Pelanggaran Ditindak Tegas
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
PERISTIWAGayo Lues Digoyang Gempa Tektonik M4.3, Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatra
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
KRIMINALDisorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Pelaku Disebut Pekerja EPSON dan TP2D Kabupaten Bekasi
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
NEWS VIDEOBuntut Wartawan Dikeroyok, Kompolnas Minta Polda Sumsel tak Tebang Pilih
Fadli Tara·6 jam yang lalu -
SUMUTKapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolresta Deliserdang
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolresta Deliserdang Gerebek Rantau Panjang, Enam Orang Diamankan
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan