PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan
PMI Medan dan Palang Merah Amerika paparkan program ketahanan panas ekstrem kepada Pemko Medan untuk mitigasi risiko kesehatan akibat perubahan iklim.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap di ruang kerjanya.
Audiensi tersebut membahas pelaksanaan kajian risiko dan dampak panas ekstrem yang dilaksanakan Palang Merah Indonesia bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hadir dalam pertemuan itu Bendahara PMI Kota Medan Rudy Siregar, Project Manager Urban Heat Palang Merah Amerika Teguh Wibowo, serta Project Manager Urban Heat PMI Kota Medan Hafiz Ihsan Lubis.
Zakiyuddin menyambut baik Program Ketahanan Panas Perkotaan yang diinisiasi PMI bersama mitra internasional tersebut. Wakil Wali Kota yang didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, Kepala BPBD Yunita Sari, serta Kabag Kerja Sama Seri Inderahayu,
menilai fenomena panas ekstrem memiliki potensi risiko yang perlu diantisipasi secara bersama.
Menurutnya, Pemko Medan siap mendukung program tersebut, antara lain melalui sosialisasi kepada masyarakat serta penyediaan data terkait riwayat penyakit yang dipengaruhi oleh panas ekstrem guna mendukung pemetaan dan mitigasi risiko.
Sebelumnya, pihak PMI meaparkan Program Ketahanan Panas Perkotaan terhadap Panas Ekstrem di Indonesia. Program ini dilatarbelakangi oleh pesatnya urbanisasi, keterbatasan ruang hijau, meningkatnya populasi rentan, serta tren kenaikan suhu dan fenomena urban heat island yang meningkatkan risiko bagi masyarakat perkotaan.
Program tersebut bertujuan membangun ketahanan kota secara jangka panjang terhadap panas ekstrem melalui penguatan pengakuan di tingkat nasional dan lokal, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat dengan model yang dapat diperluas dan direplikasi.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kota terhadap risiko panas ekstrem yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak kesehatan.
Disampaikan pula bahwa Kota Medan menjadi salah satu kota pilot project program Urban Heat atau panas ekstrem yang dilaksanakan PMI bersama BMKG. Program ini berlangsung sejak September 2025 hingga Februari 2027, dengan harapan hasilnya dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
SUMSELDinkes Sumsel Catat 29.969 Kasus ISPA Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla hingga September 2026
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDugaan Mafia Tanah di Sulteng Diadukan ke Komisi III DPR, Kuasa Hukum Soroti SP3 Polda
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus PNBP Pelabuhan Belawan, JPU Dalami Prosedur Pemanduan dan Navigasi Kapal
hendra·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus
hendra·2 jam yang lalu -
PERISTIWADua Pemuda Tewas di Kontrakan, Polisi Temukan Bau Gas Menyengat dan Kompor Masih Menyala
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD dan TNI Dorong Karya Bakti di Bengkulu, 580 Titik Pembangunan Disiapkan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALMelawan Petugas, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Binjai Kota Ditembak Polisi
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALLBH Pandawa Khatulistiwa Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Aliran Emas Papua di Samarinda
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALiPhone Winda Lorenza Belum Pernah Dibuka Penyidik, LBH Medan Desak Uji Digital Forensik
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan