Nusantaraterkini.co, MEKSIKO – Sebuah pesawat milik Angkatan Laut (AL) Meksiko dilaporkan jatuh di lepas pantai Texas, Amerika Serikat, dekat wilayah Galveston, pada Senin (22/12/2025). Insiden tragis ini menewaskan enam orang, termasuk dua balita yang tengah menjalani misi kemanusiaan.
Pesawat tersebut diketahui sedang melakukan penerbangan medis dari Merida, Meksiko, menuju Amerika Serikat untuk mengantar dua balita yang membutuhkan perawatan khusus. Total terdapat delapan penumpang di dalam pesawat. Dua orang dilaporkan selamat dan kini dalam kondisi berangsur stabil.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban. Ia menyebut para penumpang terdiri dari tenaga medis, perawat, personel Angkatan Laut, serta kerabat dari kedua balita tersebut.
Baca Juga : Singapura Kirim Bantuan Kemanusiaan Pertama ke Gaza
“Saya menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan misi kemanusiaan,” ujar Sheinbaum, dikutip dari Reuters, Rabu (24/12/2025).
Sheinbaum juga memastikan pemerintah Meksiko akan melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan tersebut. Penyelidikan akan dilakukan bersama otoritas Amerika Serikat untuk menelusuri kejadian, terutama dalam 10 menit pertama sejak pesawat kehilangan kontak dengan petugas darat di Galveston.
Hingga kini, baik pihak Sheriff Galveston maupun Angkatan Laut Meksiko belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab jatuhnya pesawat atau detail teknis lainnya.
Baca Juga : Eks Presiden Korsel Yoon Ditahan Usai Pengadilan Keluarkan Surat Penangkapan
Pemerintah Amerika Serikat turut menyampaikan simpati atas peristiwa tersebut.
“Doa saya menyertai semua pihak yang terdampak,” ujar Ronald Johnson, Duta Besar AS untuk Meksiko.
Misi Kemanusiaan untuk Balita Korban Luka Bakar Parah
Baca Juga : Trump Desak Israel Hentikan Pengeboman Gaza setelah Hamas Setuju Bebaskan Sandera
Media penyiaran lokal Meksiko N+ melaporkan, dua balita yang menjadi korban dalam kecelakaan ini mengalami luka bakar tingkat tiga akibat terkena tumpahan air panas. Keduanya sempat mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Escárcega, kota tempat mereka tinggal, namun fasilitas medis setempat dinilai belum mampu menangani luka bakar dengan tingkat keparahan tersebut.
Balita tersebut kemudian dirujuk ke sebuah rumah sakit di Merida, sekitar 320 kilometer dari Escárcega. Proses pengobatan mereka didukung oleh Yayasan Michou y Mau, organisasi yang dikenal aktif membantu anak-anak Meksiko dengan luka bakar serius.
Dalam banyak kasus, yayasan ini bekerja sama dengan rumah sakit di Galveston, Texas, untuk memberikan perawatan lanjutan bagi pasien anak dengan kondisi luka bakar berat. Penerbangan naas tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan tersebut.
Baca Juga : Dua Kereta Laga Kambing di Chile
(Dra/nusantaraterkini.co)
