Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemprov Sumsel Komunikasikan Penambahan Kuota BBM ke Pusat

Pemprov Sumsel mengajukan penambahan kuota BBM karena alokasi saat ini dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat dan distribusi.

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai di Griya Agung Palembang, Rabu (23/9/2026).( foto: tia/nusantaraterkini.co)
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai di Griya Agung Palembang, Rabu (23/9/2026).( foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mengomunikasikan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

Gubernur Sumsel, menyebut jika komunikasi mengenai penambahan kuota BBM masih dilakukan dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.

Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan lancar.

“Yang penting bagaimana minyak ini, BBM ini bisa, bisa tidak mengganggu transportasi ini. Kasihan lihat masyarakat antre panjang,” ujar Deru, Kamis (24/9/2026).

Pemprov Sumsel telah berulang kali menyampaikan jika kuota BBM yang diberikan saat ini sebesar 650.000 kiloliter (KL) tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, persoalan kuota tersebut masih dapat dikomunikasikan dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.

Ia mengungkapkan jika Pemprov Sumsel juga telah mengajukan penambahan kuota BBM sebesar 2,8 juta KL.

“Kalau kuotanya tetap di angka yang diberikan seperti ini, Rp650.000 ini tidak akan cukup. Tidak akan cukup,” ungkapnya.

Ia menuturkan pengajuan penambahan kuota tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan BBM di Sumatera Selatan.

Namun, ia menegaskan pembahasan mengenai kuota tidak boleh sampai menghambat distribusi BBM kepada masyarakat.

“MPU kan sudah mengajukan Rp2,8 juta,” tuturnya.

Ia mengatakan jika hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian mengenai penambahan kuota tersebut. Selain itu, yang lebih penting bukan hanya kepastian dalam bentuk surat, tetapi pelaksanaan distribusi BBM di lapangan.

“Aku nunggu suratnya itu ya, tapi yang penting adalah praktiknya, bukan surat,” katanya.

Ia menjelaskan kelancaran distribusi BBM menjadi penting karena berkaitan dengan aktivitas transportasi masyarakat. Ia juga menyoroti kondisi masyarakat yang masih harus menghadapi antrean panjang.

“Kita sudah meminta berulang-ulang bahwa kalau kuotanya tetap di angka yang diberikan seperti ini, Rp650.000 ini tidak akan cukup. Tidak akan cukup,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengajuan penambahan kuota masih menunggu jawaban dari DPR. Meski demikian, distribusi BBM di Sumatera Selatan harus tetap berjalan selama pembahasan mengenai kuota dilakukan.

“Sebenarnya belum ada jawaban dari DPR. Tapi praktiknya distribusi tidak boleh terhenti. Nanti dikomunikasikan kalau masalah kuotanya,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru