Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemerintah Kirim 50 Ton Cabai dari Jawa, Redam Lonjakan Inflasi di Sumut

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengintervensi harga cabai merah yang sempat menjadi pemicu utama lonjakan inflasi daerah. Sebanyak

Cabai dari Jawa tiba di Pasar Lau Cih, Sabtu (19/10/2025). (Dok: Diskominfo Sumut)
Cabai dari Jawa tiba di Pasar Lau Cih, Sabtu (19/10/2025). (Dok: Diskominfo Sumut)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN – () yang sempat menjadi . Sebanyak 50 ton cabai merah didatangkan dari untuk menekan harga di pasaran yang sempat melambung tinggi.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, mengatakan pengiriman dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 11 ton telah tiba di Medan pada Sabtu malam (18/10/2025), disusul tahap kedua 22 ton, dan tahap ketiga 17 ton.

“Diharapkan setelah kita intervensi, cabai akan terkendali, dan tekanan inflasi bisa berkurang,” ujar Poppy dalam keterangan tertulis, Minggu (19/10/2025).

tersebut dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp55.000 per kilogram, jauh lebih rendah dibanding harga pasar yang sebelumnya menembus di atas Rp80.000 per kilogram.

Distribusi cabai difokuskan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, dua wilayah dengan angka inflasi tertinggi di Sumut. Dua daerah ini kerap menjadi barometer pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah lain.

Pemerintah juga melibatkan Satgas Pangan Polda Sumut untuk mengawal distribusi, memastikan tidak terjadi penimbunan atau permainan harga di tingkat pedagang.

“Pengawasan dilakukan dari titik kedatangan sampai ke tangan masyarakat agar intervensi ini benar-benar efektif,” kata Poppy.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga cabai merah menjadi salah satu komoditas paling berpengaruh terhadap inflasi di Sumut. Kenaikan harga dipicu faktor cuaca dan berkurangnya pasokan dari sentra produksi seperti Karo dan Dairi.

Langkah mendatangkan pasokan dari Jawa disebut sebagai upaya jangka pendek untuk menstabilkan harga. berencana memperkuat ketahanan pangan lokal agar tidak bergantung pada pasokan luar daerah saat musim tanam terganggu.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait