Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Paripurna P-APBD Sumut Tegang, Bobby Nasution Diingatkan Jangan Main-main dengan Uang Rakyat!

Reporter :  Mhd Ilham Pradilla
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana rapat paripurna terkait pembahasan P-APBD Sumut TA 2025 sempat bersitegang, di Gedung DPRD Sumut, Rabu (17/9/2025). (Foto: Mhd Ilham Pradilla/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Rapat paripurna pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Sumatera Utara TA 2025 sempat berlangsung tegang antara anggota dewan dan Gubernur Sumut Bobby Nasution, di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Rabu (17/9/2025).

Anggota Fraksi PDIP DPRD Sumut Syahrul Efendy langsung menginterupsi Gubernur Sumut Bobby Nasution yang hendak membacakan dokumen P-APBD TA 2025.

Intrupsi pimpinan, adanya perubahan-perubahan ataupun pergeseran, mulai pergeseran tahap satu sampai tahap tujuh di Sumut, bahwasannya untuk pergeseran itu mohonlah badan anggaran (Banggar) perlu mengetahui, jangan sampai waktu pembahasan kita baru mengetahui adanya pergeseran-pergeseran yang dilakukan oleh eksekutif dan ternyata pergeseran itu banyak tidak diketahui,” tandasnya menginterupsi Bobby.

Baca Juga : Gubernur Sumut Bobby Nasution Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD Perubahan 2025 Bersama DPRD

Syahrul juga menyoroti pergeseran anggaran itu tidak ada yang masuk akal.

"Bahkan kalau dilihat dari peraturan kemendagri pergeseran itu dibolehkan jika ada yang mendesak saja, tapi dari anggaran itu kami melihat tidak ada hal yang mendesak sehingga semestinya tidak ada yang perlu digeser. Itu tidak masuk akal bagi kami," pungkasnya.

Kader PDIP ini mengungkapkan lagi, tidak pernah pengetahui adanya pergeseran anggaran ini. Padahal dia merupakan anggota Badan Anggaran.

“Saya anggota Banggar juga tidak tahu soal pergeseran itu, ketika dibahas soal pergeseran itu tiba-tiba berubah, mau tidak mau harus terjadi pergeseran itu,” ungkapnya kesal.

Ia menekankan agar pemerintah dalam hal ini Gubernur Sumut Bobby Nasuion tidak main-main terhadap anggaran uang rakyat.

Ini yang perlu saya sampaikan kepada Gubernur Sumut, jangan main-main anggaran Provinsi Sumatera Utara ini,” ucapnya.

Kemudian, dia meminta para anggota DPRD Sumut yang lain agar menghargai lembaga DPRD ini.

Tolonglah hargai lembaga DPRD Provinsi Sumatera Utara ini, kalau sudah terjadi pergeseran yang sudah kita dibahas di Banggar mau tidak mau musti terjadi pergeseran itu, seolah-olah terjadi pemaksaan, ini yang terjadi,” pungkasnya lagi.

Sementara, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Gusmiyadi langsung membela Bobby.

Ia menyarankan agar Syahrul datang saat rapat Banggar.

"Makanya pembahasan Banggar itu dihadiri, itu sudah dibahas dengan tuntas,” ucapnya menanggapi Syahrul Efendy.

Baca Juga : VIDEO Bobby Nasution Diingatkan Jangan Main-Main Dengan Uang Rakyat,

Anggota Fraksi Gerindra lainnya, Benny Harianto juga meminta agar tak membahas lagi soal pergeseran anggaran yang sudah dibahas i Banggar.

"Ini sudah dibahas dari pagi hingga malam sampai tuntas di Banggar," ucapnya.

Benny pun menghimbau agar anggota dewan memberikan contoh yang baik dan lebih bersikap dewasa dalam berpolitik.

“Mohon maaf pak gubernur dan bapak ibu sekalian, selesai rapat ini kita akan dihujat, ini blunder semua ini, mohon maaf sekali lagi. Pada posisi yang disampaikan oleh pak ustaz (Syahrul Efendy) saya juga tidak terima, kami dari pagi sampai malam membahas ini (di Banggar) habis waktu habis pikiran, tenanga, tapi kenapa di rapat paripurna ini kita mulai lagi itu dari awal, ini yang sangat kami sesalkan. Baiklah kita berpolitik secara dewasa supaya masyarakat Sumatera Utara tidak dipertontonkan dengan hal yang kurang baik,” pungkasnya.

(cw3/nusantaraterkini.co)