Nusantaraterkini.co,LANGKAT – Sejak pagi, Ponidi berdiri di halaman MAN 1 Langkat, Kecamatan Tanjungpura. Di bawah terik matahari, warga korban banjir itu berharap bisa bertatap langsung dan menyampaikan keluhan kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang berkunjung ke daerahnya, Sabtu (13/12/2025).
Ponidi mengenakan kaus bergambar Presiden Prabowo Subianto, simbol harapan sekaligus keyakinannya bahwa suara warga kecil masih bisa didengar. Ia datang lebih awal, setia menunggu di tengah kerumunan ratusan warga terdampak banjir yang memadati lokasi.
Baca Juga : Prabowo Temui Pengungsi Langkat, Tegaskan Negara Hadir dan Pemulihan Ekonomi Terus Berjalan
Namun harapan itu tak sepenuhnya terwujud. Hingga Presiden meninggalkan lokasi, Ponidi belum sempat menyampaikan langsung keluh kesah yang telah lama ia simpan.
“Saya datang ke sini ingin menyampaikan langsung keluhan kami, warga Tanjungpura. Banjir terus terjadi dan kami butuh solusi,” ujar Ponidi dengan nada kecewa.
Menurutnya, banjir yang berulang telah memukul perekonomian warga. Sejak air mulai menggenangi pemukiman pada 26 November 2025, aktivitas sehari-hari nyaris lumpuh. Banyak warga tak lagi bisa bekerja, sementara rumah-rumah belum sepenuhnya pulih dari kerusakan.
“Kami tidak bisa mencari nafkah. Rumah pun masih berantakan setelah banjir kemarin,” ungkapnya.
Meski belum berhasil menyampaikan aspirasinya secara langsung, Ponidi tetap menyimpan harapan besar kepada pemerintah pusat. Ia berharap penanganan banjir di Kabupaten Langkat tidak lagi bersifat sementara, melainkan menyentuh akar persoalan.
Baca Juga : 11 Tanggul Jebol di Padang Tualang Langkat, Pemprov Sumut Mulai Gerak Cepat Lakukan Perbaikan
“Kami cuma ingin pemerintah benar-benar serius mengatasi banjir di Langkat. Jangan sampai setiap tahun kami mengalami hal yang sama,” ucapnya pelan.
Bagi Ponidi, pertemuan singkat itu bukan soal bertemu Presiden, melainkan tentang harapan agar kehidupan warga Tanjungpura bisa kembali normal tanpa dihantui banjir yang terus berulang.
(Dra/Nusantaraterkini.co)
