Menhub Ingatkan Operator Soal Sanksi Batas Atas Tarif Pesawat saat Mudik Idul Fitri
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan para operator agar tidak melanggar aturan batas atas tarif tiket pesawat masa mudik Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Baca Juga : Menhub Harap Bandara IKN Beroperasi Akhir Agustus 2024
Budi menegaskan bahwa pihaknya akan memberi sanksi kepada para operator yang melanggar aturan tersebut. Pihaknya akan memegang komitmen operator sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga : Pemerintah Indonesia Akan Cabut Status VVIP Bandara IKN
"Komitmen dari para operator harus kita pegang, itu sebagai suatu bagian pelayanan kita kepada masyarakat," kata Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/3/2024).
Budi menyebut pihaknya juga telah meninjau kesiapan sarana dan prasarana transportasi udara untuk menghadapi mudik Idul Fitri. Selain itu, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi kesiapan transportasi udara Angkutan Lebaran 2024 dengan pemangku kepentingan terkait serta melakukan ramp check pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air.
Baca Juga : DPR Dukung Program Skala Besar Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Sumatera
Salah satunya, meninjau kesiapan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat kemarin. Ia menyampaikan berbagai antisipasi serta upaya peningkatan layanan untuk menghadapi tingginya jumlah pemudik melalui angkutan udara pada masa angkutan lebaran 2024.
Baca Juga : Komisi V DPR Semprot Kemenhub Imbas Kapal Tenggelam: Jangan Remehkan Warning BMKG
"Dari data pemesanan tiket pesawat, jumlah tertinggi terjadi pada H-4 dan H-3 Idulfitri. Dengan data itu kami selaku regulator sudah membahas dengan teman-teman operator mengimbau masyarakat untuk menggunakan penerbangan lebih awal, yakni di H-10 sampai H-5. Di situ nanti bisa dapat diskon dan sebagainya," ujarnya.
Budi menyebut bahwa berdasarkan data PT Angkasa Pura Indonesia rata-rata jumlah penumpang pada masa angkutan Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi meningkat sebesar 9 persen. Peningkatan ini terhitung mulai 3-18 April 2024.
Baca Juga : Atasi Kemacetan Jelang Nataru, Jalur Alternatif Saribudolok-Parapat Resmi Dibuka
Ia mengatakan operator pesawat juga telah menambah jumlah penerbangan untuk mengakomodir tingginya jumlah pemudik. Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri, ekstra flight direncanakan sebanyak 1.539, yakni 82 penerbangan internasional dan 1.457 penerbangan domestik.
Baca Juga : Apresiasi Mudik 2024, Komisi V Desak Perbaikan Fasilitas Pemudik Roda Dua
"Kami memberikan kesempatan kepada operator untuk menambah ekstra flight disertai dengan peningkatan dari sisi pelayanan di bandara. Termasuk di wilayah Indonesia Timur, kami minta operator bisa menjangkau bandara-bandara kecil. Kami dari Kemenhub juga meningkatkan pelayanan di Bandara," ujarnya.
Pihaknya turut mengapresiasi sistem monitoring Angkasa Pura Indonesia yang dapat mendeteksi kejadian udara beberapa jam ke depan, seperti kedatangan pesawat dan potensi delay.
"Dengan sistem ini, berharap antisipasi bisa dilakukan lebih cepat dan delay pesawat dapat ditekan dengan baik," pungkasnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
