Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kandang Manchester United, Old Trafford, kini menghadapi masalah serius dengan serangan hama tikus.
Kritik tajam Cristiano Ronaldo terhadap pengelolaan stadion terbukti benar sekali lagi. Stadion berkapasitas 74.310 penonton ini, yang terkenal dengan sejarah dan prestasinya, kini masuk dalam daftar merah oleh pengawas kebersihan.
Menurut laporan terbaru, petugas inspeksi menemukan tanda-tanda serangan hama tikus di area penting stadion, termasuk ruang petinggi klub dan kios makanan.
Baca Juga : Manchester United Pecat Ruben Amorim, Ole Gunnar Solskjaer Siap Kembali ke Old Trafford
Penemuan tersebut terdiri dari tumpukan kotoran tikus yang ditemukan di area bawah tanah. Lokasi stadion yang berada di antara saluran air dan jalur kereta dipercaya menjadi penyebab dari masalah ini.
Akibatnya, tim dari Manchester United bekerja sama dengan pemerintah lokal dan penyedia jasa pembasmi hama untuk mengatasi masalah ini.
“Problemnya semakin parah di musim dingin karena hama tertarik untuk mencari tempat yang lebih hangat dan terlindung,” ungkap laporan dari Mirror.
Baca Juga : Hasil Leeds vs MU: Skor 1-1, Gol Matheus Cunha Bawa Setan Merah Naik ke Posisi 5
Pengendali hama kini mengunjungi stadion legendaris tersebut sebanyak 4-5 kali dalam seminggu. Keberadaan hama tikus ini berdampak pada kualitas kebersihan makanan, membuat nilai Old Trafford turun menjadi 2 bintang dari sebelumnya 4 bintang.
Pengawas kebersihan memberikan nilai maksimal 5 bintang kepada sebagian besar markas klub Premier League yang memiliki sistem higiene yang baik.
Pihak Manchester United berkomitmen untuk segera meningkatkan nilai kebersihan mereka menjadi 5 bintang.
Baca Juga : MU Ditahan Imbang Wolves, Ruben Amorim Kritik Ketajaman Trio Lini Depan
“Manchester United menerapkan sistem pengendalian hama yang tangguh di seluruh area Old Trafford,” ujar juru bicara klub.
Masalah serangan hama tikus hanyalah salah satu dari berbagai isu yang mendera Old Trafford dalam beberapa waktu terakhir.
Baru-baru ini, terjadi kebocoran di ruang konferensi pers saat pelatih Ruben Amorim melakukan jumpa pers setelah kekalahan 0-3 dari Bournemouth akhir pekan lalu.
Baca Juga : Ruben Amorim Tak Tau Masa Depan Marcus Rashford di Man United
Kondisi semakin mengkhawatirkan saat pada Mei lalu, air terjun dadakan membuncah dari atap stadion saat pertandingan melawan Arsenal.
Didirikan pada 1910, Old Trafford terakhir kali mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 2006. Pemilik klub, Keluarga Glazer, dinilai lambat dalam memperbarui fasilitas stadion dibandingkan dengan klub-klub rival lainnya.
Kondisi ini membuat Old Trafford semakin tidak menarik sebagai lokasi untuk menggelar pertandingan besar.
Baca Juga : Cristiano Ronaldo Ambisi Cetak Rekor 1.000 Gol Sebelum Pensiun
Hal ini juga menjadi alasan UEFA memilih Stadion Etihad milik Manchester City sebagai venue utama di Manchester untuk Euro 2028.
Kritik Ronaldo mengenai buruknya pengelolaan infrastruktur di klub kembali terbukti.
Dia mengekspresikan kekecewaannya saat masih membela Setan Merah bahwa tidak ada perubahan signifikan sejak ia pergi.
Baca Juga : Persib vs Cristiano Ronaldo? Begini Peluang Duel Panas di ACL Two 2025
“Tiada yang berubah sejak saya pergi,” ungkap Ronaldo dalam wawancara yang dipublikasikan pada November 2022.
“Saya malah melihat hal yang saya lihat ketika masih berumur 20 tahun,” tambahnya.
Sejak 2010, Keluarga Glazer hanya menginvestasikan 118 juta pounds untuk pengembangan infrastruktur stadion.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan dana renovasi yang dikeluarkan klub-klub selevel seperti Brighton dan Leicester City.
Dalam kampanye sebagai pemilik saham baru, Sir Jim Ratcliffe berjanji untuk menginvestasikan 237 juta pounds untuk pengembangan Old Trafford dan bahkan siap untuk membangun stadion baru tak jauh dari lokasi stadion sekarang. (rsy/nusantaraterkini.co)
