Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kesejahteraan Petani Sumut Meningkat, Nilai Tukar Petani April 2026 Naik 3,37 Persen

NTP Sumut April 2026 naik 3,37 persen jadi 162,45, menandakan kesejahteraan petani meningkat meski hortikultura menurun.

Aktivitas petani di pedesaan.(foto:istimewa)
Aktivitas petani di pedesaan.(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaporkan kabar positif terkait tingkat di wilayah tersebut. Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis, Senin (4/5/2026), (NTP) Provinsi Sumut pada bulan April 2026 tercatat sebesar 162,45. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 3,37 persen dibandingkan dengan NTP bulan Maret 2026 yang berada di posisi 157,16.

​"Kenaikan NTP ini mengindikasikan membaiknya daya beli petani di perdesaan, mengingat NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar," ujar Kepala BPS Sumut Asim Saputra, di Medan.

Penguatan daya beli ini, jelasnya, didorong oleh naiknya NTP di empat subsektor utama, yaitu Tanaman Pangan (naik 1,53 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (naik 4,94 persen), Peternakan (naik 0,11 persen), dan Perikanan (naik 0,71 persen). Sebaliknya, subsektor Tanaman Hortikultura menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan sebesar 2,83 persen. 

​Asim Saputra menyebutkan, indeks harga yang diterima petani menjadi faktor utama di balik tren positif ini. Berdasarkan data BPS, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 3,43 persen, dari 195,50 pada Maret menjadi 202,20 pada April 2026. Komoditas seperti gabah, jagung, kelapa sawit, karet, dan kopi tercatat sebagai penyumbang utama kenaikan indeks tersebut. 

​"Kenaikan NTP pada April 2026 sebesar 3,37 persen ini dipicu oleh naiknya indeks harga yang diterima petani di hampir seluruh subsektor, kecuali hortikultura yang mengalami kontraksi akibat penurunan harga cabai-cabaian," papar ujar Asim Saputra.

​Selain NTP, kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian () yang mencapai 165,20 atau naik 2,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Asim menambahkan bahwa penguatan ini secara relatif menunjukkan tingkat kemampuan ekonomi petani yang semakin kuat dalam menghadapi biaya produksi maupun konsumsi rumah tangga. 

"Meskipun demikian, penurunan pada subsektor hortikultura yang dipicu jatuhnya harga cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau tetap menjadi catatan bagi pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pendapatan petani secara merata," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait