Nusantaraterkini.co,MEDAN-Skala kerusakan akibat bencana di Sumatera Utara kini terungkap dengan angka yang sangat mencengangkan, yakni mencapai estimasi kerugian Rp17,92 triliun. Saat menerima bantuan kemanusiaan dari PT Pertamina Gas (Pertagas) di Posko Tanggap Bencana Jalan AH Nasution, Selasa (16/12/2025), Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya membeberkan fakta pahit bahwa proses pemulihan di sejumlah titik masih berjalan di tempat.
Wilayah Tapanuli Raya, mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga, disebut sebagai zona paling kritis yang hingga kini belum mampu bangkit dari dampak banjir dan longsor. Surya menegaskan bahwa pihaknya memikul beban besar dalam mendistribusikan logistik dari berbagai penjuru tanah air, kecuali dari Aceh dan Sumatera Barat yang saat ini juga sedang berjuang melawan musibah serupa.
Baca Juga : Tiba di Belawan, Bobby Nasution: Bantuan Logistik Kementan dan Bapanas Jadi Penyemangat
"Kami diberikan amanah untuk menerima bantuan bencana dari berbagai provinsi di Indonesia maupun lembaga vertikal. Kecuali Aceh dan Sumatera Barat, karena kita sama-sama terdampak musibah," ujar Surya di hadapan jajaran komisaris Pertagas.
Data terkini menggambarkan potret suram di lapangan, di mana sebanyak 355 nyawa melayang dan 83 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Kondisi pengungsian pun kian sesak dengan total 32.579 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah mereka yang hancur. Tidak hanya sektor pemukiman, hantaman bencana ini juga melumpuhkan ratusan fasilitas pelayanan publik, mulai dari sekolah hingga rumah sakit.
Di tengah situasi darurat ini, Pemprov Sumut terpaksa mengoperasikan dua jalur distribusi sekaligus, yakni melalui udara via Lanud Soewondo dan jalur darat yang mengirimkan setidaknya 5 hingga 7 armada truk setiap hari. Wagub Surya mencatat bahwa saat ini terdapat 14 kabupaten dan 5 kota terdampak, dengan kondisi paling memprihatinkan tersebar di belasan desa di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah yang aksesnya masih sangat terbatas.
Merespons krisis tersebut, Komisaris PT Pertagas yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan bahwa bantuan paket tempat tidur dan logistik dapur yang diserahkan hanyalah langkah awal dari proses pemulihan yang panjang. Sebagai putra daerah yang lahir di Medan, Irene menyoroti perlunya strategi mitigasi yang berfokus pada pemulihan ekonomi agar masyarakat tidak terjebak dalam kemiskinan pascabencana. Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi seperti ini, gotong royong menjadi kunci utama untuk bangkit.
"Kami ikut merasakan duka yang dialami masyarakat Sumut. Dalam kondisi seperti ini, kita harus bergotong royong. Saya mewakili Pertamina Gas juga menyampaikan salam dari Bapak Direktur Utama," ungkap Irene.
Baca Juga : MPR Salurkan 5.000 Paket Bantuan Sembako, Obat-obatan, Hingga School Kit di Aceh
Selain dukungan dari Pertagas, posko utama juga menerima tambahan suplai logistik dari Korpri melalui BKN Regional Sumbagut guna memperkuat ketersediaan bahan pangan bagi ratusan ribu kepala keluarga yang terdampak.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
