Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kenapa Sekolah Rakyat Menggunakan Model Asrama? Ini Alasannya

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: dok Kemensos)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan alasan utama mengapa Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem berasrama.

Menurutnya, ini diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. 

Dalam sejumlah kunjungan lapangan, ia kerap menjumpai anak-anak yang tinggal di rumah tidak layak huni atau bahkan diajak bekerja, termasuk mengemis dan melakukan pekerjaan berat sejak usia dini. Situasi ini dianggap tidak kondusif untuk tumbuh kembang anak dan bukan lingkungan yang nyaman untuk belajar.

Baca Juga : 1.323 Guru Sekolah Rakyat Resmi Dilantik

Ia menegaskan Sekolah Rakyat hadir untuk mengintervensi secara utuh situasi anak-anak yang sebelumnya tidak tersentuh oleh sistem pendidikan maupun perlindungan sosial.

“Makanya dibuat berasrama untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Gus Ipul dikutip dari Kemensos, Minggu (10/8/2025).

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang sebagai satuan pendidikan berasrama dengan pendekatan terintegrasi. Setiap siswa menerima layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang mencakup tinggi dan berat badan, kesehatan gigi, mata, jantung, hingga pemeriksaan darah.

Baca Juga : PBB Apresiasi Langkah Gubsu Bobby Terhadap Sekolah Rakyat Padangsidimpuan

Mereka juga mendapatkan konsumsi makanan bergizi sebanyak tiga kali sehari, ditambah dua kali makanan ringan.

Seluruh siswa tinggal di asrama dengan lingkungan yang layak, bersih, dan aman. Seragam sekolah diberikan lengkap dalam delapan set, meliputi jas almamater, seragam harian, pakaian olahraga, batik, pramuka, laboratorium, hingga piyama.

Siswa juga menerima perlengkapan belajar lengkap dan laptop sebagai sarana pendukung pembelajaran digital.

Untuk mendukung pengembangan potensi, Sekolah Rakyat melakukan pemetaan minat dan bakat menggunakan teknologi DNA Talent Mapping berbasis kecerdasan buatan.

Selain itu, siswa juga diuji kompetensi dasarnya dalam bidang literasi, numerasi, dan keterampilan digital. Penguatan kedisiplinan dan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di asrama.

Baca Juga : Bobby Nasution Pastikan Isu Penutupan SMK PP Negeri Padangsidimpuan tak Benar: Sekolah Rakyat akan Seiring Jalan

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Calon peserta didik ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 4, tanpa melalui pendaftaran terbuka. 

Proses ini dilakukan dengan asesmen ketat untuk memastikan hanya anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk. Verifikasi dilakukan oleh pemerintah daerah, dan validasi akhir ditetapkan oleh pusat.

“Jika salah, kepala daerah yang dimintai pertanggungjawaban,” kata Gus Ipul.

Sekolah Rakyat juga berfungsi sebagai miniatur sistem pengentasan kemiskinan terpadu. Seluruh siswa dan keluarganya otomatis masuk dalam skema jaminan kesehatan (PBI-JKN), bantuan sosial seperti PKH dan sembako, serta program pemberdayaan ekonomi. Keluarga juga didorong untuk masuk dalam koperasi desa melalui skema Kopdes Merah Putih.

(zie/Nusantaraterkini.co)