Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri Benamkan PSMS Medan di Palembang

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pelatih PSMS Medan Kas Hartadi dan pemain PSMS Medan Rudiyana, pada temu pers usai laga melawan Sumsel United, di Palembang, Senin (24/11/2025).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co,PALEMBANG-PSMS Medan harus menelan pil pahit kekalahan 1-2 dari tuan rumah Sumsel United dalam laga lanjutan yang penuh insiden di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (24/11/2025) sore.

Kemenangan dramatis Sumsel United ini tak lepas dari blunder fatal di lini pertahanan Ayam Kinantan, ditambah dengan kondisi tim yang sudah pincang sejak babak pertama.

Baca Juga : PSMS Siap Tempur Hadapi Sumsel United, Kas Hartadi Pastikan Profesional

 Pertandingan berjalan tegang dengan PSMS sempat memimpin lebih dulu melalui aksi ciamik Vitor Barata di menit ke-13. Namun, malapetaka datang bagi tim tamu saat striker andalan mereka, Felipe Cadenazzi, diusir wasit setelah diganjar kartu merah pada menit ke-35. Bermain dengan sepuluh orang, konsentrasi PSMS goyah dan menjadi santapan empuk bagi lawan.

​Puncak dari keteledoran tersebut adalah gol yang menentukan nasib pertandingan. Sumsel United berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol bunuh diri yang dicetak oleh bek PSMS, Syarif Wijianto, pada menit ke-66. Gol tragis ini sekaligus mengunci kekalahan PSMS Medan di tanah Sumatera Selatan.

​Usai pertandingan, kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Kas Hartadi. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan manajemen tim.

Baca Juga : PSMS Medan Kian Tertinggal di Papan Tengah Liga 2 Grup 1

 “Saya mohon maaf kepada manajemen dan suporter Medan. Sore ini kami belum bisa kasih yang terbaik. Dari babak pertama kami sudah menguasai pertandingan dan sempat unggul, tapi menit ke-35 Cadenazzi kena kartu merah, itu yang membuat kekalahan sore ini,” ujarnya.

Kas Hartadi menekankan bahwa evaluasi besar-besaran akan dilakukan, khususnya terkait frekuensi kartu merah yang sering didapat tim di menit-menit krusial.

​“Ada waktu sebulan sebelum putaran kedua, semua lini akan kami benahi, termasuk persiapan menghadapi Sriwijaya,” tambahnya.

Rasa penyesalan juga disampaikan oleh pemain PSMS, Rudiyana, yang mewakili rekan-rekannya. Ia mengakui bahwa momentum kartu merah tersebut benar-benar mengubah jalannya permainan dan hasil akhir.

​“Ini hasil yang tidak kami inginkan. Kami sempat unggul, tapi seperti yang dibilang coach, setelah kartu merah semuanya berubah. Saya memohon maaf mewakili teman-teman,” tegasnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)