Jurnalis Sibolga-Tapteng Gelar Tabur Bunga untuk Keluarganya yang Meninggal dalam Bencana Banjir Bandang
Jurnalis Tapteng gelar tabur bunga untuk keluarga korban banjir Sibio-bio. Satu korban masih belum ditemukan
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Salah seorang Jurnalis Sibolga-Tapteng melaksanakan tabur bunga dan syukuran keluarganya yang meninggal dalam korban banjir bandang, 25 November 2025 lalu.
Pelaksanaan tabur bunga ini dilakukan setelah satu orang dari tiga korban, hingga 23 hari pascabanjir bandang belum juga ditemukan di Dusun 4, Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapteng.
Yasiduhu Mendrofa, yang akrab dipanggil Yasmend, bersama keluarga besar telah mengikhlaskan kepergian kakaknya tersebut hingga melaksanakan acara tabur bunga dan syukuran.
Ketiga korban tersebut, Ina Liber Mendrofa (istri), Ama Liber Zendrato (suami) dan anaknya Rahmat Jaya Zendrato, dan yang belum ditemukan hingga saat ini adalah Ina Liber Mendrofa.
Yasmend menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran masyarakat dan pihak terkait dalam pelaksanaan tabur bunga tersebut.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran bapak dan ibu serta saudara-saudara sekalian dalam acara tabur bunga dan syukuran ini. Semoga arwah kakak dan keluarganya dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Acara tabur bunga dan syukuran ini dihadiri oleh keluarga korban, Paman, Tokoh Agama, mahasiswa UMTS Padangsidimpuan rekan Almarhum Rahmat Jaya Zendrato, rombongan KSP CU Dosnitahi Pinang Sori, Pemerintah setempat, tokoh-tokoh masyarakat, pemuda dan pihak lainnya.
Pdt. A. Rusu Zendrato merupakan pendeta yang juga hadir dalam pelaksanaan tabur bunga memberikan kata-kata penghiburan melalui Firman Tuhan.
"Tuhan mengatakan, Aku akan berada bersama kamu, bahkan hingga akhir zaman. Mari kita serahkan segala kesedihan dan kesulitan kita kepada Tuhan, dan percayalah bahwa Dia akan membawa kita melalui masa sulit ini," katanya.
Setelah acara tabur bunga, dilanjutkan dengan acara penghiburan kepada keluarga serta doa bersama agar keluarga almarhum yang ditinggal diberi kesabaran serta ketabahan.
Baca Juga : Update Bencana Tapteng: Korban Tewas Capai 131 Jiwa, Delapan Desa Masih Terisolasi
Yasmend yang juga seorang jurnalis menyampaikan keprihatinan atas kondisi akses jalan yang sangat sulit dilalui menuju Desa Sibio-bio.
"Dulu bisa dilalui dengan roda dua, kini harus jalan kaki dan menyebrang beberapa titik sungai yang telah putus, seperti rambing dan jembatan. Akses jalan desa ini sudah tidak nampak lagi dan membutuhkan proses pemulihan yang lumayan lama," ujarnya.
Yasmend berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tapteng seperti kondisi listrik, dimana banyak tiang yang belum dapat perbaikan serta akses jalan dalam membawa kebutuhan pokok, harus menempuh perjalanan sejauh 5 hingga 6 Kilometer.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan