Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Israel Tambah Anggaran Pertahanan hingga Rp1.800 Triliun, Borong Jet Tempur F-35 dan F-15IA dari AS

Israel tambah anggaran pertahanan 119 miliar dolar AS untuk beli skuadron jet tempur F-35 dan F-15IA dari AS

Foto dokumentasi pesawat tempur F-35 disediakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF). (Foto: Xinhua/IDF)
Foto dokumentasi pesawat tempur F-35 disediakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF). (Foto: Xinhua/IDF)
A A

Nusantaraterkini.co, YERUSALEM - Israel mengaku akan menambah 350 miliar shekel (1 shekel = Rp5.890) atau sekitar 118,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) (1 dolar AS = Rp17.378) setara dengan Rp1.800 triliun ke dalam anggaran pertahanannya dan telah menyetujui pembelian dua skuadron baru dan F-15IA. 

Kementerian Pertahanan Israel mengonfirmasi persetujuan akhir untuk pengadaan pesawat tersebut dari perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS, Lockheed Martin dan Boeing.

Kesepakatan yang bernilai puluhan miliar dolar itu merupakan langkah awal dalam peningkatan kekuatan militer selama satu dekade di bawah anggaran baru tersebut, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Menteri Pertahanan Israel, , mengatakan, pengadaan ini berasal dari pelajaran operasional yang diperoleh dari perang dengan Iran.

"Pertempuran multiarena Israel di Timur Tengah mengharuskan kami untuk mempercepat peningkatan kekuatan," kata Katz, Minggu (3/5/2026).

Dia juga menambahkan, pengadaan pesawat tempur tersebut merupakan komponen sentral dari program Magen Israel untuk memastikan Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mempertahankan keunggulan kualitatif yang berkelanjutan. 

Sementara, Perdana Menteri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa Israel juga akan mengembangkan pesawat baru yang inovatif yang akan menjadi penentu perubahan 

Netanyahu mengatakan anggaran baru tersebut bertujuan untuk mendorong kemampuan Israel dalam memproduksi amunisi dan rudal tanpa bergantung pada negara lain. 

Langkah tersebut diambil setelah beberapa negara berjanji membatasi penjualan sejumlah amunisi dan suku cadang senjata ke Israel menyusul serangan dahsyat di Gaza, serta di tengah laporan media terkait kekurangan pencegat yang dipasok oleh AS.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru