Nusantaraterkini.co, BAGAN BATU - Pencurian brondol sawit yang kian merajalela di Bagan Batu, Riau telah menjadi momok menakutkan bagi para petani.
Di tengah lonjakan harga sawit yang seharusnya menjadi berkah, petani malah dihadapkan pada kerugian yang terus mengancam keberlangsungan hidup mereka akibat aksi tersebut.
Baca Juga : Harga TBS Sawit Sumsel Periode II Februari 2026 Naik ke Rp3.569 per Kg
Seorang petani sawit di daerah tersebut, Marusaha S mengungkapkan betapa frustrasinya ia melihat hasil jerih payahnya hilang akibat pencurian.
Baca Juga : CPO Alami Fluktuasi, Gunawan Benjamin: Penting Petani Sawit Masih Untung
“Hasil panen saya hanya satu ton, padahal harga sawit saat ini mencapai Rp3.221,63 per kilogram. Kami mengalami kerugian besar,” ujarnya sedih, Jumat (4/10/2024).
Marusaha menjelaskan bahwa dalam beberapa minggu terakhir, ia kehilangan hampir setengah dari panennya akibat tindakan pencurian di lahan miliknya seluas 5 hektar.
Baca Juga : Stok Beras Bulog Sumsel Babel Melimpah, DPR RI Desak Percepatan Distribusi Stok Lama
“Saya menghabiskan banyak waktu dan uang untuk merawat kebun ini, tetapi semua usaha itu bisa sirna dalam semalam. Ini bukan hanya masalah finansial, tetapi juga emosional,” tambahnya.
Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyerapan Gabah di Lalan, Dorong Peningkatan Indeks Tanam
Ia juga merasa sangat cemas saat bekerja sendirian di kebunnya.
“Setiap kali malam tiba, rasa takut menghantui saya. Pencurian ini bukan hanya mengancam hasil panen, tetapi juga membuat kami merasa tidak aman di tempat yang seharusnya menjadi sumber kehidupan,” keluhnya.
Sementara itu, petani sawit lainnya, Rudi A juga mengakui mengalami nasib yang sama.
“Pencurian sudah terjadi beberapa kali dalam sebulan. Saya merasa sangat cemas dan tidak berani meninggalkan kebun saat malam,” ungkapnya.
Rudi menceritakan bahwa ia kehilangan hasil panen yang cukup signifikan, yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Kami sangat bergantung pada hasil ini. Jika situasi ini terus berlanjut, banyak petani akan berpikir untuk menanam sawit ini padahal waktu untuk bisa berbuah itu sangat panjang,” terangnya.
Rudi menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam masalah ini.
“Kami berharap kita sebagai masyarakat bisalah saling menjaga, kalian butuh makan, kami juga. carilah uang yang halal. Ya, semoga ada tindak tegas juga dari pihak pemerintahan karena ini sudah sering terjadi dan bukan rahasia umum lagi,” harapnya.
(cw9/Nusantaraterkini.co)
