Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Harga Karet Global Menguat di Level Rp33.917 Per Kilogram, Petani Sumsel Didorong Jaga Kualitas Bokar

Harga karet global naik ke Rp33.917/kg, Asosiasi Petani Karet Indonesia dorong petani jaga kualitas bokar untuk maksimalkan harga.

Ilustrasi perkebunan karet.(foto: istimewa)
Ilustrasi perkebunan karet.(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Harga global ditutup menguat pada level US Cent 200,6 atau setara Rp33.917 per kilogram untuk Kadar Karet Kering () 100 persen. Hal ini memberikan sinyal pemulihan stabil bagi petani di .

Kenaikan sebesar Rp122 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya ini dinilai sebagai momentum positif bagi pasar karet untuk keluar dari fase konsolidasi yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir.

" global kembali mencatat penguatan melanjutkan tren positif sejak akhir pekan lalu. Ini mempertegas pasar mulai keluar dari fase konsolidasi dan menuju ke pemulihan yang stabil," ujar Sekretaris DPW Asosiasi Indonesia () Sumsel, Rudi Arpian, Rabu (1/4/2026).

Rudi merincikan berdasarkan kadar saat ini bervariasi, mulai dari Rp23.742 per kg untuk KKK 70 persen hingga Rp10.175 per kg untuk KKK 30 persen. Ia menyebut jika kenaikan harga yang terjadi secara bertahap menunjukkan peningkatan kepercayaan pasar dunia terhadap komoditas asal Indonesia.

Guna memaksimalkan keuntungan dari tren penguatan ini, para petani diimbau untuk terus menjaga kualitas Bahan Olahan Karet (). Penggunaan pembeku lateks sesuai anjuran dan memastikan bokar bersih dari limbah maupun kotoran menjadi kunci agar harga yang diterima petani di tingkat lapangan tetap optimal.

"Meski fluktuasi harian masih terjadi, arah tren terkini terlihat semakin terjaga," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan jika kemurnian kandungan karet sangat menentukan nilai jual di pasar internasional. Petani diharapkan tidak merendam di dalam air agar kadar air tetap rendah.

“Semakin tinggi KKK, semakin murni kandungan karet. Dan semakin sedikit kandungan air di dalam bokar, semakin tinggi harga yang diperoleh petani,” tutupnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait