Karhutla HLG Londerang Berhasil Dipadamkan, PetroChina dan Satgas Pastikan Tak Ada Lagi Asap Aktif
Karhutla di HLG Londerang, Tanjung Jabung Timur, berhasil ditangani. PetroChina dan Satgas memastikan kawasan kini clear dari asap aktif.
Nusantaraterkini.co, TANJUNG JABUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, berhasil ditangani tim gabungan.
Setelah proses pemadaman dan penanganan dilakukan secara bersama-sama, kondisi terkini di kawasan tersebut dinyatakan sudah clear. Tidak ditemukan lagi titik dengan asap aktif di wilayah HLG Londerang.
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, memastikan kondisi kawasan saat ini sudah aman dari asap aktif.
“Untuk kondisi saat ini, di wilayah HLG Londerang sudah tidak ada asap aktif dan clear,” kata Sandy, Sabtu (3/10/2026).
Penanganan Karhutla tersebut melibatkan sejumlah unsur, termasuk Satgas Karhutla, pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, serta perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak.
Salah satu pihak yang ikut terlibat adalah PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL). Perusahaan mengerahkan personel dan sejumlah peralatan pemadam untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.
Tim PCJL yang berasal dari Fire Station Central Processing System (CPS) Geragai telah berada di lapangan sejak 24 September 2026.
Field Manager Jabung, Kamaruddin, menjelaskan tim yang diterjunkan terdiri dari karyawan sejumlah departemen, di antaranya Health, Safety and Environment (HSE), Security, dan Construction.
Dalam operasionalnya, tim menggunakan satu unit light vehicle serta satu unit portable fire pump yang dilengkapi fire hose, nozzle, dan ground monitor.
“Tim Karhutla PCJL terdiri atas karyawan dari sejumlah departemen. Dalam bertugas, tim menggunakan satu unit light vehicle dan satu unit portable fire pump yang dilengkapi fire hose, nozzle, dan ground monitor,” ujar Kamaruddin.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PCJL juga berkoordinasi dengan SKK Migas dalam mendukung penanganan Karhutla di wilayah operasi migas Sumatera Bagian Selatan.
Dukungan terhadap Satgas Karhutla Jambi sebelumnya juga diberikan perusahaan melalui penyerahan satu unit Gorman Pump pada 23 September 2026.
Peralatan tersebut diserahkan kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi untuk mendukung proses pemadaman di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
"Dalam tiga bulan terakhir, PCJL mencatat keterlibatan dalam penanganan Karhutla di lebih dari 10 lokasi yang tersebar di wilayah Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat," kata Kamaruddin.
Salah satu titik penanganan berada di Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, yang termasuk kawasan HLG Londerang.
Di lokasi itu, personel PCJL bekerja bersama unsur TNI, Polri, BPBD Tanjung Jabung Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), Desa Tangguh Bencana (Destana), serta sejumlah perusahaan lainnya.
Upaya perusahaan dalam menghadapi Karhutla juga tidak sebatas pada pemadaman. PCJL turut mendukung kegiatan pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan personel di lapangan.
"Pada 27 Agustus 2026, perusahaan menyerahkan 60 baliho berisi imbauan pencegahan Karhutla serta 120 alat pelindung diri (APD) kepada BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur," terang Kamaruddin.
Bantuan APD tersebut terdiri dari 30 safety wearpack, 30 pasang safety shoes, 30 kaos lapangan, dan 30 topi rimba.
Peralatan itu diharapkan dapat menunjang kesiapan petugas ketika melakukan penanganan kebakaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki potensi kerawanan tinggi.
Selain terlibat dalam penanganan kebakaran, PCJL juga menjalankan program reklamasi dan rehabilitasi hutan sebagai bagian dari kewajiban atas Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas.
Di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan, perusahaan telah menyelesaikan rehabilitasi lahan di HLG Londerang dengan luas keseluruhan mencapai 547 hektare.
Dari luasan tersebut, 513 hektare diselesaikan pada 2022 dan 34 hektare lainnya rampung pada 2025. Lahan yang telah direhabilitasi kemudian diserahkan kembali kepada Kementerian Kehutanan.
Kini, HLG Londerang telah dinyatakan clear dari asap aktif. Meski demikian, pemantauan di lapangan tetap diperlukan mengingat kawasan gambut memiliki potensi kembali terbakar apabila kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.
"Sinergi antara Satgas Karhutla, pemerintah daerah, aparat, masyarakat, dan perusahaan pun menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan tersebut tetap aman dari ancaman kebakaran," tutupnya.
(BCW6/Her/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSRekam Jejak Brigjen Pol Rony Samtana, Kapolda Sumsel yang Baru
Herman Saleh Harahap·7 menit yang lalu -
-
-
-
-
SUMSELPunya Riwayat Asma, Pengemudi Ojol di Palembang Meninggal Diduga Akibat Kabut Asap Pekat
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSTak Terima Pagar Dibongkar, Pria Serang Petugas Satpol PP Padang Pakai Arit
hendra·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANWali Kota Medan Siapkan Solusi Banjir dan 10.000 CCTV
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan