Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG – Banjir besar yang melanda wilayah Sumatera pada November lalu meninggalkan dampak serius bagi sektor pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang. Hampir 90 persen sekolah di daerah tersebut dilaporkan sempat terendam banjir.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menyebut bukan hanya bangunan sekolah yang terdampak, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Sekitar 90 persen sekolah kami tenggelam. Ruang kelas terendam, dan kemungkinan perlengkapan serta pakaian anak-anak sekolah juga rusak atau hilang,” ujar Ismail saat ditemui di Aceh Tamiang, dikutip Kamis (25/12/2025).
Baca Juga : Sekolah Darurat PEP Rantau, Ruang Pulih Trauma bagi Anak Pascabanjir
Ia menjelaskan, saat ini proses pemulihan masih terus dilakukan. Personel TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu membersihkan lumpur yang mengendap di ruang-ruang kelas dan lingkungan sekolah.
Di tengah proses tersebut, sejumlah sekolah terpaksa menjalankan kegiatan belajar mengajar secara darurat dengan fasilitas terbatas.
“Sekarang masih fokus pembersihan. Ada beberapa sekolah yang sudah mulai belajar, tapi sifatnya masih darurat dan belum sepenuhnya normal,” kata Ismail.
Baca Juga : RSUD Muda Sedia Perlahan Pulihkan Layanan Kesehatan Masyarakat Aceh Tamiang Pascabanjir
Pemerintah daerah menargetkan pemulihan sekolah-sekolah terdampak dapat rampung pada Januari 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal usai libur Natal dan Tahun Baru.
“Kita upayakan Januari sudah bisa masuk sekolah kembali,” pungkasnya.
(Dra (nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Januari 2026 Aceh Tamiang Ditargetkan Pulih, Wabup: Harus Kuat Tak Boleh Menyerah
