Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gudang Bulog di Tapanuli Tengah Dijarah, Kanwil Bulog Sumut: Konsekuensi di Tengah Krisis Pangan

Editor:  hendra
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar, saat warga membawa beras yang diambil dari gudang Bulog di Tapanuli Tengah. (Foto: istimewa)

nusantaraterkini.co, MEDAN - Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, dijarah warga terdampak bencana pada Sabtu (29/11/2025) kemarin. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, setelah banjir besar melumpuhkan akses pangan di wilayah Sibolga dan Tapteng.

Dalam insiden tersebut, ratusan warga merangsek masuk ke kawasan pergudangan dan mengambil komoditas pokok, terutama beras dan minyak goreng. Aksi ini berlangsung setelah sejumlah gerai waralaba di kawasan yang sama juga dilaporkan mengalami penjarahan.

Bulog Kanwil Sumatera Utara mengonfirmasi kejadian itu dan menyebutnya sebagai konsekuensi dari situasi darurat yang membuat masyarakat tidak lagi dapat mengakses kebutuhan pokok secara normal.

Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Bidik Penyerapan 172 Ribu Ton Beras pada 2026

"Itu konsekuensi, masyarakat berada dalam kondisi terdesak akibat bencana banjir yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya jalur distribusi pangan,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu (30/11/2025).

Hingga berita ini dimuat, pendataan jumlah stok yang hilang masih berlangsung. Proses itu berjalan lambat karena jaringan telekomunikasi di beberapa titik terdampak rusak sejak banjir melanda pada pertengahan pekan.

“Perhitungan beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dilakukan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca-insiden berjalan dengan baik,” ujar Budi.

Baca Juga : Perum Bulog Padangsidimpuan Siap Lakukan Penyerapan Gabah Kering di Tabagsel

Bulog menyatakan distribusi bantuan pangan akan tetap diupayakan melalui jalur lain sembari menunggu situasi keamanan stabil.

Diketahui, pada saat warga berkerumun dan membawa pulang beras, pihak Cabang Bulog Sibolga melakukan koordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk memperkuat penjagaan gudang. Sejumlah personel TNI dan Polri ditempatkan di lokasi.

Namun, ketika jumlah warga bertambah, aparat sedang terbagi fokus pada evakuasi warga dan penanganan titik-titik banjir terparah.

Baca Juga : Ketua Fraksi Dan Satgas PDIP Tapteng Lakukan Aksi Bersih Pantai di Pandaratan

Saat-saat itu, permintaan penambahan pasukan kepada Kodim dan Polresta Sibolga diajukan kembali. Namun, warga sudah terlanjur memadati area gudang sebelum dukungan tambahan tiba di lokasi.

Menurut laporan internal Bulog, massa merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang, dan masuk ke area penyimpanan. Aparat di lokasi berupaya menghalau, tetapi tidak mampu mengendalikan situasi.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)