Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gempa di Jepang, 30 Orang Tewas, 14 Luka Parah

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Orang-orang berdiri di samping retakan besar di trotoar setelah dievakuasi ke jalan di kota Wajima, Prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024.(AFP/YUSUKE FUKUHARA)

Nusantaraterkini.co, WAJIMA - Kabar terbaru dari gempa Jepang bermagnitudo 7,5 di Prefektur Ishikawa, 30 orang tewas dan 14 korban luka parah sampai Selasa (2/1/2024).

Dikutip dari kantor berita AFP, Pemerintah Ishikawa melaporkan bahwa separuh jumlah korban tewas berada di Kota Wajima, lokasi kebakaran besar yang melanda rumah-rumah.

Tim penyelamat sekarang masih berusaha mencapai daerah-daerah terpencil yang bangunannya roboh, jalanannya rusak, dan listriknya padam.

Baca Juga : Dini Hari, Aceh Diguncang Gempa

Gempa Jepang pada Senin (1/1/2024) ini menyebabkan penduduk di beberapa daerah pesisir mengungsi ke tempat lebih tinggi karena gelombang tsunami menghantam pantai barat Jepang, menyeret beberapa mobil dan rumah ke laut.

Channel News Asia menyebutkan, ribuan personel militer, pemadam kebakaran, dan polisi dari seluruh Jepang dikirim ke daerah-daerah paling parah terdampak di semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa.

Namun, upaya penyelamatan terhambat jalan-jalan yang rusak parah dan ditutup. Pihak berwenang pun kesulitan memperkirakan tingkat kerusakan.

Baca Juga : Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG: Waspada Tsunami di Sulut hingga Papua

Banyak layanan kereta api, feri, dan penerbangan ke wilayah tersebut ditangguhkan. Bandara Noto ditutup karena kerusakan landasan pacu, terminal, dan jalan akses. Sebanyak 500 orang terjebak di dalam mobil di tempat parkir, menurut stasiun televisi NHK.

“Pencarian dan penyelamatan orang-orang yang terkena dampak gempa adalah perjuangan melawan waktu,” kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dalam pertemuan darurat bencana pada Selasa.

Kishida mengatakan, tim penyelamat merasa sangat sulit mencapai ujung utara semenanjung Noto karena jalan-jalan yang rusak.

Baca Juga : Tiongkok Kokoh Jadi Pemasok Utama, Dominasi 41 Persen Impor Nonmigas Indonesia

Pantauan dari helikopter menemukan banyak kebakaran dan kerusakan luas pada bangunan dan infrastruktur.

Lebih dari 140 gempa susulan terdeteksi sejak gempa Jepang pertama terjadi, menurut badan meteorologi negara itu, dan memperingatkan guncangan lebih kuat dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang. (rsy/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Ekspor Karet Sumut Oktober 2025 Melemah 17,9% (YoY), Terdampak Permintaan Global dan Curah Hujan Tinggi